Skip to main content

BERSEDEKAH KETIKA RUKUK

"Pada suatu hari",kata Abu Dzar dalam hadist,"Aku shalat dzuhur bersama Rasulullah..Tiba-tiba datanglah seorang peminta ke masjid.Tidak ada seorangpun yang memberinya.Peminta itu mengangkat tangannya dan berdoa:Tuhanku,saksikan aku meminta pertolongan si masjid nabiMu muhammad saaw,tetapi tak seorangpun membantuku.Waktu itu Ali sedang rukuk.Ali memberi isyarat dengan kelingking kanannya yang bercincin.Peminta mengambil cincin dari jari Ali. Peristiwa ini terjadi di depan Nabi saaw,Kemudian Nabi saaw Berdoa;Ya Allah,saudaraku Musa berdoa kepadaMu:"Tuhanku legakan dadaku,mudahkan urusanku,lepaskan ikatan lidahku sehingga mereka memahami ucapanku.Berikan kepadaku pembantu dari keluargaku.Harun saudaraku.Aku tegakkan dengan dia kekuatanku.Dan aku sertakan dia dalam urusanku"(Thaha 25-29). Kemudian engkau menjawab doa Musa: "Kami akan menguatkan tenagamu dengan saudaramu.Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan.Sebab itu mereka tidak akan sampai(merusakkan)kamu berdua"(Al-Qashosh 35). "Tuhanku inilah Muhammad,NabiMu,pilihanMu.legakan dadaku,mudahkan urusanku,berikan kepadaku pembantu dari keluargaku,Ali,supaya aku teguhkan dengannya kekuatanku" Belum selesei Nabi berdoa,turunlah Jibril,menyampaikan wahyu: "Muhammad ,bacalah,Pemimpin kamu hanyalah Allah,Rasul-Allah,dan orang-orang yang beriman,yaitu orang-orang yang mengerjakan shalat dan membayarkan zakat dalam keadaan rukuk(Al-Maidah:55). Riwayat abu Dzar ini mengundang beberapa komentar para mufassir.Karena riwayat ini,sebagian memandang ayat ini sebagai dalil bahwa gerakan sedikit dalam shalat tidak membatalkan:bahwa sedekah di sebut zakat,sebagian lagi menunjukkan bahwa kita harus segera menolong orang miskin,walaupun dalam keadaan shalat.Sebagian lagi menafsirkan bahwa yang berhak menjadi pemimpin Islam adalah nereka yang membela oraang kecil.(Tafsir Thobari 4:288,tafsir Al-Durr Al-Mantsur 3:55).

Comments

Popular posts from this blog

TIDUR DI HAMPARAN SAYAP MALAIKAT.

             Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada.         'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

AKU MENGIKUTIMU AGAR AKU MASUK SURGA

Seorang Arab badawi mendatangi Rasul saaw,ia menyatakan iman kepadanya dan bertekat mengikutinya.Ia berkata,"aku akan hijrah bersamamu".Nabi berpesan pada sahabatnya untuk memperhatikan orang itu.Pada waktu perang khoibar,Rasulullah membagikan ghonimah[rampasan perang].Beliau mengambil bagiannya dan mengembagikan sisanya kepada para sahabatnya.Orang badawi itu menunggu di belakang mereka.Ketika ia datang orang-orang memberikan bagiannya.Ia berkata,"Apa ini?"Mereka berkata,"Ini bagian yang sudah di bagikan Rasulullah untukmu."Ia berkata,"Aku mengikuti engkau bukan karena ini.Aku mengikutimu supaya aku di kenai panah pada bagian ini[seraya menunjuk tenggorokannya],kemudian mati dan masuk sorga".Nabi saaw berkata,"Jika engkau membenarkan Allah swt,Dia akan membenarkanmu."Kemudian ia bangkit memerangi musuh.Tidak lama kemudian ia di bawa ke hadapan rasul saaw.Anak panah menembus tempat yang pernah di tunjuknya.Nabi bersabda,"Diaka...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...