Skip to main content

Posts

Showing posts from July 15, 2015

Rasulullah saaw bersabda, "Aku kota ilmu dan Ali adalah pintunya"

💚 Bait-bait mengagumkan dari Imam Ali as: * Membaca bait ini tidak perlu menggerakkan lidah: آب همي وهم بي أحبابي همهم ما بهم وهمي مابي 🌴 🌴 🌴 🌴 🌴 🌴 🌴 * Bibir tidak saling menempel ketika membaca bait ini: قطعنا على قطع القطا قطع ليلة سراعا على الخيل العتاق اللاحقي 🌴 🌴 🌴 🌴 🌴 🌴 🌴 * Syair mencengangkan yg bisa dibaca mendatar dan menurun: ألوم صديقي وهذا محال صديقي احبه كلام يقال و هذا كلام بليغ الجمال محال يقال الجمال خيال 🌴 🌴 🌴 🌴 🌴 🌴 🌴 * Bait yg pertama dibaca biasa, bait kedua kebalikan dari huruf-huruf di bait pertama: مودته تدوم لكل هو **** وهل كل مودته تدوم 🌴 🌴 🌴 🌴 🌴 🌴 🌴 Para ahli literatur arab mengatakan bahwa huruf alif adalah huruf yg paling banyak digunakan dalam kata bahasa arab: Khobah Imam Ali as tanpa huruf alif: حمدت من عظمت منته وسبغت نعمته وسبقت رحمته غضبه، وتمت كلمته، ونفذت مشيئته، وبلغت قضيته، حمدته حمد مُقرٍ بربوبيته، متخضع لعبوديته، متنصل من خطيئته، متفرد بتوحده، مؤمل منه مغفرة تنجيه يوم يشغل عن فصيلته وبنيه، ونستعينه ونسترشد...

MENGINGAT AKHIRAT OBAT SEMUA PERMASALAHAN...!!!

MENGINGAT AKHIRAT OBAT SEMUA PERMASALAHAN...!!! Kita perlu dunia karena memang kita hidup di dunia. Namun dunia hanya sebagai sarana bukan tujuan, sarana guna menuju akhirat yang merupakan kebahagiaan sejati. Orang yang pikir dan dzikirnya adalah duniawi dan materi ia tidak akan pernah merasakan kebahagiaan, ketenangan, karena semakin kita rakus dunia maka semakin haus. dan tidak akan ada puasnya. Karena itu Imam Ali as berkata, "Mengingat akhirat adalah obat dan hanya mengingat dunia adalah penyakit berbagai penyakit." Banyak ingat akhirat juga akan mencegah seseorang untuk bermaksiat, karena jika seseorang ingat tiap kemaksiatan akan ada balasannya maka akan berpikir ulang untuk bermaksiat. Imam Ali as berkata, "Barangsiapa yang banyak mengingat akhirat maka sedikit maksiatnya. " SEIMBANG DALAM URUSAN DUNIA DAN AKHIRAT Islam tidak mencela dunia, karena dunia sebagai penghubung menuju akhirat, namun hendknya dapat menyeimbangkan urusan keduanya. Radulullah...

"APAKAH HANYA ISTRI SAJA YANG MENJADI MUSUH BAGI SUAMI?" (Kritisi terjemahan ayat al-Quran)

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,[1] maka berhati-hatilah…”. [QS. At-Taghabun(64): 14, al-Qur’an dan terjemahnya, edisi revisi, DEPAG-RI, Mahkota Surabaya] Terjemahan ayat di atas telah menarik perhatian kami, sewaktu kami melihat pula teks asli ayatnya yang masih berbahasa Arab. Khususnya pada ungkapan “istri-istrimu”, dimana berdasarkan ayat di atas -tentunya masih merujuk pada terjemahan versi DEPAG- bahwa hanya istri saja yang bisa menjadi musuh dan menjerumuskan seorang suami untuk melakukukan perbuatan yang tidak dibenarkan agama. Sementara berkaitan dengan suami tidak disinggung sama sekali dalam ayat tersebut. Namun terdapat kesimpulan lain yang bisa kita ambil dengan mengkritisi pola penterjemahan di atas: Pertama: Asal kata yang kemudian dalam bahasa Indonesia diterjemahkan ‘istri-istri’ ialah ‘azwaj’ bentuk plural (jamak) dari kata ‘zauj’. Dalam ensklopedia bahasa karya Raghib al-Isfa...

Kisah : Seorang yang Mengambilkan Air Wudhu Rasulullah selama 7 Tahun!

Khazanahalquran.com – Setan memiliki akses untuk mengganggu manusia dari 4 arah. Depan, belakang, kanan dan kiri. Dia tidak pernah bosan menganggu hidup manusia. Allah berfirman, ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ -١٧- “Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (Al-A’raf 17) Setan datang dengan berbagai strategi dan muslihat. Ketika hati manusia mulai sempit dan gelisah, problem semakin banyak, disinilah setan mulai memainkan perannya. Saat hati kita semakin gelap, hanya ada dua arah untuk berlepas diri dari gangguannya. Hanya ada jalan atas dan bawah yang tidak bisa dijangkau setan. Solusinya hanyalah menghadap keatas dengan munajat dan doa serta tunduk sujud kebawah dengan penuh kekhusyu’an. Karena posisi terdekat seorang hamba adalah ketika dia bersujud...

Kisah : Seorang yang Mengambilkan Air Wudhu Rasulullah selama 7 Tahun!

Khazanahalquran.com – Setan memiliki akses untuk mengganggu manusia dari 4 arah. Depan, belakang, kanan dan kiri. Dia tidak pernah bosan menganggu hidup manusia. Allah berfirman, ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ -١٧- “Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (Al-A’raf 17) Setan datang dengan berbagai strategi dan muslihat. Ketika hati manusia mulai sempit dan gelisah, problem semakin banyak, disinilah setan mulai memainkan perannya. Saat hati kita semakin gelap, hanya ada dua arah untuk berlepas diri dari gangguannya. Hanya ada jalan atas dan bawah yang tidak bisa dijangkau setan. Solusinya hanyalah menghadap keatas dengan munajat dan doa serta tunduk sujud kebawah dengan penuh kekhusyu’an. Karena posisi terdekat seorang hamba adalah ketika dia bersujud...

Kisah : “Demi Allah, Akulah yang Diusir Waktu itu !”

Khazanahalquran.com – Roda kehidupan terus berputar. Kadang kita berada di puncak kejayaan, kadang pula berada di dasar kelemahan. Fenomena ini telah menjadi hukum alam yang pasti terjadi. Tidak ada seorang yang selalu tersenyum, dan tiada pula orang yang selalu menangis. Allah berfirman, وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ -١٤٠- “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami Pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah Membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir).” (Ali Imran 140) Suatu hari, ada sepasang suami istri yang sedang menikmati suasana tenang dirumahnya. Mereka sedang menyantap hidangan lezat dengan menu ayam panggang spesial buatan sang istri. Ditengah kehangatan suasana itu, terdengar suara ketukan di pintu mereka. Sang suami dengan wajah terganggu segera membuka pintu dan menemukan seorang miskin yang meminta makanan sedang menjulurkan tangannya. Seketika ia mara...

Kisah : Janda Miskin yang Diajak Berbisnis oleh Allah

Khazanahalquran.com – Pengetahuan manusia sangat terbatas kepada hakikat dunia ini. Terlalu banyak keindahan yang menipu. Banyak pula kepahitan yang sebenarnya adalah pintu kebahagiaan. Namun mata manusia tertutupi oleh hijab-hijab dunia dan tidak bisa mengetahui hakikat sebenarnya. Allah berfirman, وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ -٢١٦- “Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqoroh 216) Dikisahkan ada seorang wanita yang amat miskin. Dia hidup bersama anak-anaknya yang masih kecil. Pekerjaannya adalah memintal bulu domba menjadi benang untuk dijual kembali. Hari itu dia membeli makanan pokok dan bulu dipasar untuk dia jadikan menjadi benang. Setelah selesai memintal, dia menaruh benang yang sudah jadi unt...

Kisah : Janda Miskin yang Diajak Berbisnis oleh Allah

Khazanahalquran.com – Pengetahuan manusia sangat terbatas kepada hakikat dunia ini. Terlalu banyak keindahan yang menipu. Banyak pula kepahitan yang sebenarnya adalah pintu kebahagiaan. Namun mata manusia tertutupi oleh hijab-hijab dunia dan tidak bisa mengetahui hakikat sebenarnya. Allah berfirman, وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ -٢١٦- “Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqoroh 216) Dikisahkan ada seorang wanita yang amat miskin. Dia hidup bersama anak-anaknya yang masih kecil. Pekerjaannya adalah memintal bulu domba menjadi benang untuk dijual kembali. Hari itu dia membeli makanan pokok dan bulu dipasar untuk dia jadikan menjadi benang. Setelah selesai memintal, dia menaruh benang yang sudah jadi unt...

Kisah : Seorang Anak Kecil Pergi Haji Sendirian

Khazanahalquran.com – Seorang tokoh sufi bernama Ibrahim bin Adham dan Fatah Al-Musili pernah bercerita, Suatu hari aku pernah berjalan bersama rombongan kafilah melewati gurun pasir. Tiba-tiba aku merasa harus segera menyalurkan hajat. Akhirnya aku menjauh sejenak dari kafilah untuk menyelesaikan urusanku. Setelah itu aku melihat ada seorang anak kecil berjalan sendirian. Aku berkata, “Subhanallah, ditengah gurun pasir ini ada anak kecil berjalan sendirian !” Aku mendekatinya dan memberi salam. Dia pun menjawab salamku. Kemudian aku bertanya, “Mau kemana engkau?” Dia menjawab, “Aku ingin ke rumah Tuhanku” “Sayangku.. Engkau ini masih kecil. Tidak ada kewajiban atau sunnah untukmu (untuk berhaji).” Kataku. Dia menjawab, “Wahai Syaikh, bukankah kau melihat ada seorang anak yang lebih kecil dariku telah mati?” Aku tidak bisa berkata lagi, “Lalu mana kendaraan dan bekalmu?” Ia menjawab, “Bekalku adalah takwaku, kendaraanku adalah kedua kakiku, dan tujuanku adalah Tuhanku.” ...

Kisah : Seekor Ulat Buta Terkurung di dalam Lautan, Bagaimana ia Memperolah Rezekinya?

Khazanahalquran.com – Setiap berbicara tentang rezeki, Allah selalu menekankan bahwa Dia yang Memberi, Dia yang membagi, Dia yang mengatur. Seakan Allah ingin menjelaskan bahwa rezeki manusia itu urusan Allah dan Dia lah yang menanggung semuanya. وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ -٧٠- “Dan Kami Beri mereka rezeki dari yang baik-baik.” (Al-Isra’ 70) نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا -٣٢- “Kami-lah yang Menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (Az-Zukhruf 32) Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menjelaskan bahwa rezeki makhluk telah ditanggung oleh Penciptanya. وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا -٦- “Dan tidak satu pun makhluk melata di bumi melainkan semuanya Dijamin Allah rezekinya.” (Huud 6) Suatu hari, Nabi Sulaiman as duduk di tepian pantai. Beliau melihat seekor semut yang berjalan ke laut dengan membawa biji padi. Dia memperhatikan semut itu semakin mendekati lautan. Ketika semut itu telah sampa...

Rahasia di balik Khasiat Madu

Khazanahalquran.com – Setiap ayat dalam Al-Qur’an memiliki makna yang amat dalam. Satu ayat dapat memberikan bermacam makna dan nasehat. Kali ini kita akan mengambil manfaat dari wahyu Allah kepada lebah, Allah berfirman, وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتاً وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ -٦٨- “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia” (An-Nahl 68) ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ -٦٩- “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-be...

Allah Menutup Aib Hamba-Nya yang Bermaksiat, Apalagi yang sudah Bertaubat?

Khazanahalquran.com – Perbuatan dosa seseorang tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Terkadang dosa itu dapat merugikan orang di sekitarnya. Dikisahkan di zaman Nabi Musa as pernah terjadi paceklik. Kekeringan melanda hingga sulit sekali menemukan air. Bani Israil melakukan berbagai macam cara untuk meminta kepada Allah agar diturunkan hujan. Berulang kali mereka meminta tapi tidak ada jawaban. Hingga suatu malam, Nabi Musa as pergi ke bukit untuk berboda. Beliau menangis dan berkata, “Ya Allah, jikalau kedudukanku buruk di sisi-Mu maka aku meminta kepadamu untuk menurunkan hujan Demi Kemuliaan Nabiyul Ummi yang telah Engkau janjikan untuk di utus di akhir zaman.” Kemudian Allah swt Mewahyukan kepadanya, “Wahai Musa, kedudukanmu di sisi-Ku tidaklah buruk, bagi-Ku engkau begitu mulia. Namun ada seorang hamba diantara kalian yang menentangku selama 40 tahun. Jika kalian mengeluarkannya dari lingkungan kalian, akan Ku Turunkan hujan kepada kalian.” Setelah itu Nabi Musa segera...

Kisah: Mengapa Istikharahku Buruk tapi Hasilnya Baik?

Khazanahalquran.com – Suatu hari, ada seorang datang kepada Imam Ja’far As-Shodiq, Ia berkata, “ Wahai Imam, aku ingin pergi berlayar untuk bekerja, tolong lakukan istikharah untukku agar aku tau apakah baik jika aku berangkat kali ini.” Sesaat kemudian Imam melakukan istikharah dan memberi jawaban, “Tidak baik untukmu jika berlayar saat ini.” Setelah mendapat jawaban, orang ini pulang dengan raut wajah gelisah. Mana mungkin istikhoroh itu buruk padahal saat ini waktu yang sangat tepat untuk berniaga. Kegelisahannya tak kunjung hilang hingga dia memutuskan untuk tetap berlayar. Tak disangka-sangka, ternyata perjalanannya membuahkan hasil. Ia mendapat untung berkali lipat dari biasanya. Dia menemukan semuanya dalam keadaan baik dan hampir tidak menemui masalah sedikit pun. Sampai akhirnya dia pulang dengan rasa puas dan gembira. Ketika sampai di kotanya, dia merasa bingung. Kenapa istikharahnya buruk tapi hasilnya amat baik. Bahkan dia belum pernah mendapat untung sebesar ini. A...

Nabi Daud: Ya Allah, Tunjukkan Kawanku di Surga

Khazanahalquran.com – Suatu hari, Nabi daud as pernah meminta kepada Allah swt, “Ya Allah, tunjukkan kawanku di surga.” Allah menjawab, “Engkau ingin tau seorang yang akan bersamamu di surga? Besok pergilah ke pasar dan kau akan menemukan seorang penjual kayu yang berdagang disana.” Keesokan harinya, Nabi Daud membawa putranya Sulaiman yang masih kecil untuk pergi ke pasar. Dari kejauhan beliau memperhatikan sekeliling pasar. Pandangannya berhenti pada seorang pemikul kayu, inilah orang yang ia cari. Nabi Daud terus memperhatikan orang ini. Sesaat kemudian ada seorang pembeli yang datang. Terjadi dialog sebentar lalu pembeli ini membayarkan sejumlah uang dan membawa kayunya. Tak lama kemudian, beliau mendatangi orang ini dan mengucapkan salam. Orang itu pun menyambut salam dari beliau. “Aku ingin menjadi tamu di rumahmu hari ini, sudikah engkau menerimaku sebagai tamumu?” “Sungguh senang dan bangga aku didatangi oleh tamu semulia engkau wahai Nabi.” Jawabnya. Akhirnya, me...

Kisah: Jenazah yang Diantar Oleh 70 Ribu Malaikat

Khazanahalquran.com – Pada zaman Rasuluullah saw, ada seorang sahabat bernama Sa’ad. Hari itu ia meninggal dunia. Tidak seperti biasanya, Rasulullah begitu sibuk mengurusi jenazah orang ini. Tanpa serban dan alas kaki beliau mengangkat keranda, berlari kesana kemari untuk mengantarnya menuju liang kubur. Sesampainya di kuburan, beliau pun turun ke dalam dan menata serta membenahi liang itu. Para sahabat terheran, kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, engkau melakukan sesuatu yang tidak biasa. Tanpa surban dan alas kaki berlari ke kanan dan kiri untuk mengangkat keranda ini.” Rasul menjawab, “Demi Allah, aku melihat Jibril dan para malaikat melakukan apa yang kulakukan.” Sahabat itu bertanya lagi, “Kenapa sampai demikian wahai Rasulullah?” “Orang ini selalu membaca Surat “Qul Huwallahu ahad” dalam keadaan duduk, berdiri dan berjalan. Dan tahukah engkau, ada 70 ribu malaikat yang hadir di pemakaman ini.” Dari kejauhan, datanglah ibu dari jenazah ini. Melihat Rasulullah berada ...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...

Kisah: 2 Organ Tubuh yang Terbaik dan Terburuk

Khazanahalquran.com – Dalam banyak riwayat, Rasulullah saw sering menekankan untuk menjaga lisan. Walaupun lidah adalah anggota tubuh yang kecil, namun ia adalah penentu keselamatan seseorang. Allah berfirman, وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسْناً -٨٣- “Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia.” (Al-Baqarah 83) Allah Ciptakan dua telinga dan satu lidah agar manusia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Karenanya, Allah selalu mengingatkan manusia untuk berhati-hati dalam berbicara. Karena setiap yang terucap pasti ada pertanggung jawabannya. مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ -١٨- “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (Qaf 18) Suatu hari, majikan dari Luqman Al-hakim memanggilnya, ia pun berkata, “Wahai Luqman, potonglah seekor kambing dan bawakan kepadaku 2 potong daging terbaik darinya.” Luqman menuruti perintah majikannya. Ia potong seekor kambing kemudian ia datang denga...

Rahasia Dibalik Selamatnya Nabi Ibrahim dari Api Namrud

Khazanahalquran.com – Dunia adalah surga bagi orang-orang yang dzalim. Mereka bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Tak peduli ada hak orang yang terampas, ada hati yang tersakiti atau ada hamba Allah yang terluka. Di setiap zaman pasti ada dua kelompok manusia ini, yang satu dzolim dan yang lainnya madzlum (teraniaya). Untuk keduanya Allah hanya mengingatkan dalam firman-Nya, فَإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنَّ اللّهَ عَلِيمٌ بِالْمُفْسِدِينَ -٦٣- “Kemudian jika mereka berpaling, maka (ketahuilah) bahwa Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Ali Imran 63) Ayat ini adalah cambukan bagi orang yang durjana dan juga kabar gembira bagi mereka yang teraniaya. Kenapa bisa demikian? Karena Allah Maha Mengetahui. Allah tau persis siapa yang durjana dan berbuat kerusakan, Dia juga tau siapa yang teraniaya dan tersakiti. Lalu apa yang akan terjadi bila Dia telah Mengetahuinya? إِنَّ اللّهَ لاَ يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ -٨١- “Sungguh, Allah tidak akan membiarka...

SAYYIDINA ALI: TAK ADA YANG BERBUAT BURUK KEPADAKU

Khazanahalquran.com – Suatu hari, Imam Ali bin Abi tholib pernah berkata, “Aku tidak pernah berbuat baik untuk orang lain Dan tidak ada orang yang pernah berbuat buruk kepadaku” Para sahabat beliau terheran, mereka bertanya, “Wahai Imam, bukankah engkau telah banyak berbuat baik kepada orang lain dan begitu banyak orang yang telah berbuat buruk kepadamu?” Mendengar pertanyaan sahabatnya, Imam tersenyum kemudian berkata, “Tidak kah kalian membaca firman Allah swt, إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا -٧- “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka itu juga untuk dirimu sendiri.” (Al-Isra’ 7) Masihkah kita ingin berbuat buruk kepada diri kita sendiri? diri sendiri.

DUA AYAT CUKUP UNTUK BEKAL HIDUP

Khazanahalquran.com – Diriwayatkan oleh Zaid bin Aslam, seseorang datang kepada Rasulullah saw dan berkata, “Ajari aku apa yang telah diajarkan Allah kepadamu.” Kemudian Rasulullah menyuruh seorang sahabat untuk mengajarinya. Maka ia pun mengajarkan Al-Qur’an kepada orang itu hingga sampai pada Surat Al-Zalzalah. إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا -١- Hingga sampailah pada ayat ke 7 dan 8, فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ -٧- وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ -٨- “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (Al-Zalzalah 7-8) Setelah mendengar ayat ini, spontan seorang yang belajar itu berkata, “Ini cukup bagiku” Sahabat yang mendapat tugas untuk mengajari orang ini merasa bingung karena masih banyak ayat yang belum ia ajarkan. Lalu ia pun melapor kepada Rasulullah saw. Dan beliau menjawab, “Tinggalkan...