Skip to main content

Kisah : Seorang Anak Kecil Pergi Haji Sendirian

Khazanahalquran.com – Seorang tokoh sufi bernama Ibrahim bin Adham dan Fatah Al-Musili pernah bercerita, Suatu hari aku pernah berjalan bersama rombongan kafilah melewati gurun pasir. Tiba-tiba aku merasa harus segera menyalurkan hajat. Akhirnya aku menjauh sejenak dari kafilah untuk menyelesaikan urusanku. Setelah itu aku melihat ada seorang anak kecil berjalan sendirian. Aku berkata, “Subhanallah, ditengah gurun pasir ini ada anak kecil berjalan sendirian !” Aku mendekatinya dan memberi salam. Dia pun menjawab salamku. Kemudian aku bertanya, “Mau kemana engkau?” Dia menjawab, “Aku ingin ke rumah Tuhanku” “Sayangku.. Engkau ini masih kecil. Tidak ada kewajiban atau sunnah untukmu (untuk berhaji).” Kataku. Dia menjawab, “Wahai Syaikh, bukankah kau melihat ada seorang anak yang lebih kecil dariku telah mati?” Aku tidak bisa berkata lagi, “Lalu mana kendaraan dan bekalmu?” Ia menjawab, “Bekalku adalah takwaku, kendaraanku adalah kedua kakiku, dan tujuanku adalah Tuhanku.” Aku pun terheran, lalu aku berkata “Aku tidak melihat ada makanan sedikitpun yang kau bawa.” “Wahai Syaikh, apakah pantas jika engkau hendak memenuhi undangan seseorang ke rumahnya lalu engkau membawa makanan sendiri dari rumah?” Dia balas bertanya. Aku menjawab, “Jelas tidak pantas.” “Yang mengundangku kerumah-Nya, Dia lah yang memberi makan dan minum untukku.” Jawabnya. Aku pun berkata, “Bergegaslah engkau agar cepat sampai di tujuanmu.” “Aku hanya berusaha, Dia lah yang menyampaikanku pada tujuan. Bukankah engkau pernah mendengar firman Allah swt, وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ -٦٩- “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan Tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Ankabut 69) Ditengah perbincangan itu, tiba-tiba ada seorang pemuda yang amat tampan datang dengan pakaian putih yang indah. Dia langsung memeluk anak kecil itu dan mengucapkan salam kepadanya. Aku segera mendekatinya dan bertanya, “Demi ketampanan wajahmu, siapa sebenarnya anak kecil ini?” “Kau tidak tau siapa dia? Anak kecil ini adalah Ali bin Husain bin Ali bin Abi tholib.” Jawabnya. Aku segera meninggalkan pemuda itu dan mendekati si anak kecil. “Aku memohon demi ayah-ayahmu, siapa pemuda tampan ini?” “Tidak tahukah engkau, dia adalah saudaraku khidir. Dia mendatangi kami setiap hari dan mengucapkan salam untuk kami.” Jawabnya. “Aku memohon demi ayah-ayahmu, beritahukan kepadaku bagaimana engkau melalui padang pasir tanpa membawa bekal?” Tanyaku. “Aku membawa 4 bekal.” “Apakah itu?” Aku kembali bertanya. “Aku melihat dunia dan seisinya adalah kerajaan Allah. Dan aku melihat seluruh makhluk adalah hamba-hamba Allah. Seluruh sebab dan rezeki ada ditangan Allah. Dan aku melihat ketentuan Allah pasti terjadi di atas bumi-Nya.” Kemudian aku berkata, “Sebaik-baik bekal adalah bekalmu. Dan dengan bekal itu engkau akan melalui gurun-gurun akhirat. Apalagi hanya gurun-gurun dunia ini.” وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى -١٩٧- “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (Al-Baqarah 197)

Comments

Popular posts from this blog

TIDUR DI HAMPARAN SAYAP MALAIKAT.

             Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada.         'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

AKU MENGIKUTIMU AGAR AKU MASUK SURGA

Seorang Arab badawi mendatangi Rasul saaw,ia menyatakan iman kepadanya dan bertekat mengikutinya.Ia berkata,"aku akan hijrah bersamamu".Nabi berpesan pada sahabatnya untuk memperhatikan orang itu.Pada waktu perang khoibar,Rasulullah membagikan ghonimah[rampasan perang].Beliau mengambil bagiannya dan mengembagikan sisanya kepada para sahabatnya.Orang badawi itu menunggu di belakang mereka.Ketika ia datang orang-orang memberikan bagiannya.Ia berkata,"Apa ini?"Mereka berkata,"Ini bagian yang sudah di bagikan Rasulullah untukmu."Ia berkata,"Aku mengikuti engkau bukan karena ini.Aku mengikutimu supaya aku di kenai panah pada bagian ini[seraya menunjuk tenggorokannya],kemudian mati dan masuk sorga".Nabi saaw berkata,"Jika engkau membenarkan Allah swt,Dia akan membenarkanmu."Kemudian ia bangkit memerangi musuh.Tidak lama kemudian ia di bawa ke hadapan rasul saaw.Anak panah menembus tempat yang pernah di tunjuknya.Nabi bersabda,"Diaka...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...