Skip to main content

Kisah: Mengapa Istikharahku Buruk tapi Hasilnya Baik?

Khazanahalquran.com – Suatu hari, ada seorang datang kepada Imam Ja’far As-Shodiq, Ia berkata, “ Wahai Imam, aku ingin pergi berlayar untuk bekerja, tolong lakukan istikharah untukku agar aku tau apakah baik jika aku berangkat kali ini.” Sesaat kemudian Imam melakukan istikharah dan memberi jawaban, “Tidak baik untukmu jika berlayar saat ini.” Setelah mendapat jawaban, orang ini pulang dengan raut wajah gelisah. Mana mungkin istikhoroh itu buruk padahal saat ini waktu yang sangat tepat untuk berniaga. Kegelisahannya tak kunjung hilang hingga dia memutuskan untuk tetap berlayar. Tak disangka-sangka, ternyata perjalanannya membuahkan hasil. Ia mendapat untung berkali lipat dari biasanya. Dia menemukan semuanya dalam keadaan baik dan hampir tidak menemui masalah sedikit pun. Sampai akhirnya dia pulang dengan rasa puas dan gembira. Ketika sampai di kotanya, dia merasa bingung. Kenapa istikharahnya buruk tapi hasilnya amat baik. Bahkan dia belum pernah mendapat untung sebesar ini. Akhirnya, dia pun memutuskan untuk menghadap kepada Imam Ja’far As-Shodiq. Dia bertanya, “Wahai Imam, kemarin aku meminta tolong kepadamu untuk istikharah namun hasilnya buruk. Tapi aku tetap berangkat dan ternyata mendapatkan hasil yang berlipat ganda.” Imam tersenyum mendengarnya, beliau pun menjawab, “Ingatkah engkau ketika hendak pulang ke kotamu, setelah melaksanakan solat maghrib dan isya’ kau duduk bersama rekan-rekan untuk membicarakan hasil perdagangan yang memuaskan.” “Iya benar” Jawabnya. “Kau makan dan minum hingga larut malam kemudian tidur. Dan ketika hendak melaksanakan solat subuh, ternyata matahari telah terbit.” “Iya benar wahai Imam” Kemudian Imam berkata, “Andaikan Allah swt memberimu dunia dan seisinya engkau tidak akan bisa membayar kerugian itu” Betapa besar kerugian orang yang melewatkan waktu solatnya. Berulang kali Rasulullah saw menekankan untuk memperhatikan waktu solat. Tidak meremehkannya dengan menunda-nunda waktunya. Tidak mendahulukan urusan dunia dihadapan amalan yang paling dicintai Allah ini. Adakah yang lebih penting dari solat? Rasul pernah bersabda, “Kelak tidak akan mendapat syafaatku, orang yang meremehkan (waktu) solat” فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ -٤- الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ -٥ “Maka celakalah orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya.” (Al-Ma’un 4-5)

Comments

Popular posts from this blog

TIDUR DI HAMPARAN SAYAP MALAIKAT.

             Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada.         'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

AKU MENGIKUTIMU AGAR AKU MASUK SURGA

Seorang Arab badawi mendatangi Rasul saaw,ia menyatakan iman kepadanya dan bertekat mengikutinya.Ia berkata,"aku akan hijrah bersamamu".Nabi berpesan pada sahabatnya untuk memperhatikan orang itu.Pada waktu perang khoibar,Rasulullah membagikan ghonimah[rampasan perang].Beliau mengambil bagiannya dan mengembagikan sisanya kepada para sahabatnya.Orang badawi itu menunggu di belakang mereka.Ketika ia datang orang-orang memberikan bagiannya.Ia berkata,"Apa ini?"Mereka berkata,"Ini bagian yang sudah di bagikan Rasulullah untukmu."Ia berkata,"Aku mengikuti engkau bukan karena ini.Aku mengikutimu supaya aku di kenai panah pada bagian ini[seraya menunjuk tenggorokannya],kemudian mati dan masuk sorga".Nabi saaw berkata,"Jika engkau membenarkan Allah swt,Dia akan membenarkanmu."Kemudian ia bangkit memerangi musuh.Tidak lama kemudian ia di bawa ke hadapan rasul saaw.Anak panah menembus tempat yang pernah di tunjuknya.Nabi bersabda,"Diaka...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...