Skip to main content

Kisah : Janda Miskin yang Diajak Berbisnis oleh Allah

Khazanahalquran.com – Pengetahuan manusia sangat terbatas kepada hakikat dunia ini. Terlalu banyak keindahan yang menipu. Banyak pula kepahitan yang sebenarnya adalah pintu kebahagiaan. Namun mata manusia tertutupi oleh hijab-hijab dunia dan tidak bisa mengetahui hakikat sebenarnya. Allah berfirman, وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ -٢١٦- “Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqoroh 216) Dikisahkan ada seorang wanita yang amat miskin. Dia hidup bersama anak-anaknya yang masih kecil. Pekerjaannya adalah memintal bulu domba menjadi benang untuk dijual kembali. Hari itu dia membeli makanan pokok dan bulu dipasar untuk dia jadikan menjadi benang. Setelah selesai memintal, dia menaruh benang yang sudah jadi untuk siap dijual. Tiba-tiba ada seekor burung gagak yang mengambil benangnya itu. Sementara hanya itulah satu-satunya barang berharga yang ia miliki untuk dijual. Dengan wajah marah dan kecewa dia mendatangi Nabi Daud as dan berkata, “Wahai Nabi Allah, bukankah Allah itu adil?” “Ya, Allah itu adil.” Jawab Nabi Daud as. Kemudian wanita ini bercerita, “Aku adalah seorang janda yang memiliki anak-anak yatim. Hidupku sangat kekurangan. Satu-satunya harta yang ku miliki hanyalah benang yang akan ku jual ke pasar. Namun tiba-tiba ada seekor gagak datang dan mencuri benangku itu. Lalu dimana keadilan Allah?” Lalu dia berkata, “Aku tidak tau lagi apa yang harus aku perbuat !” Mendengar itu Nabi Daud terdiam dan berpikir. Beberapa saat kemudian, ada 10 orang yang datang untuk menemui beliau. Mereka berkata, “Demi Allah, sebelumnya kami berada diatas perahu ditengah lautan. Tiba-tiba perahu kami rusak dan hampir menenggelamkan kami. Lalu kami bernadzar satu per satu untuk bersedekah sebanyak 10 dinar jika Allah menyelamatkan kami. Tiba-tiba ada gagak yang terbang dan menjatuhkan sesuatu. Ternyata dia menjatuhkan benang dan kami dapat memperbaiki perahu kami dengan benang itu. Dan kami pun selamat.” Kemudian mereka memberikan uang itu kepada Nabi Daud as. “Dan inilah uang sesuai nadzar kami untuk disedekahkan.” Nabi Daud as berkata, “Berikanlah pada wanita ini.” Kemudian beliau berkata, “Ini merupakan wujud dari Kasih sayang Allah dan Keadilan-Nya.” Coba bayangkan harga benang yang amat murah bisa menghasilkan untung yang berlipat ganda ketika Allah telah Berkehendak. Masih adakah yang enggan untuk berbisnis dengan Allah? فَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللّهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً -١٩- “Karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah Menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” (An-Nisa’ 19)

Comments

Popular posts from this blog

TIDUR DI HAMPARAN SAYAP MALAIKAT.

             Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada.         'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

AKU MENGIKUTIMU AGAR AKU MASUK SURGA

Seorang Arab badawi mendatangi Rasul saaw,ia menyatakan iman kepadanya dan bertekat mengikutinya.Ia berkata,"aku akan hijrah bersamamu".Nabi berpesan pada sahabatnya untuk memperhatikan orang itu.Pada waktu perang khoibar,Rasulullah membagikan ghonimah[rampasan perang].Beliau mengambil bagiannya dan mengembagikan sisanya kepada para sahabatnya.Orang badawi itu menunggu di belakang mereka.Ketika ia datang orang-orang memberikan bagiannya.Ia berkata,"Apa ini?"Mereka berkata,"Ini bagian yang sudah di bagikan Rasulullah untukmu."Ia berkata,"Aku mengikuti engkau bukan karena ini.Aku mengikutimu supaya aku di kenai panah pada bagian ini[seraya menunjuk tenggorokannya],kemudian mati dan masuk sorga".Nabi saaw berkata,"Jika engkau membenarkan Allah swt,Dia akan membenarkanmu."Kemudian ia bangkit memerangi musuh.Tidak lama kemudian ia di bawa ke hadapan rasul saaw.Anak panah menembus tempat yang pernah di tunjuknya.Nabi bersabda,"Diaka...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...