Skip to main content

MENGINGAT AKHIRAT OBAT SEMUA PERMASALAHAN...!!!

MENGINGAT AKHIRAT OBAT SEMUA PERMASALAHAN...!!! Kita perlu dunia karena memang kita hidup di dunia. Namun dunia hanya sebagai sarana bukan tujuan, sarana guna menuju akhirat yang merupakan kebahagiaan sejati. Orang yang pikir dan dzikirnya adalah duniawi dan materi ia tidak akan pernah merasakan kebahagiaan, ketenangan, karena semakin kita rakus dunia maka semakin haus. dan tidak akan ada puasnya. Karena itu Imam Ali as berkata, "Mengingat akhirat adalah obat dan hanya mengingat dunia adalah penyakit berbagai penyakit." Banyak ingat akhirat juga akan mencegah seseorang untuk bermaksiat, karena jika seseorang ingat tiap kemaksiatan akan ada balasannya maka akan berpikir ulang untuk bermaksiat. Imam Ali as berkata, "Barangsiapa yang banyak mengingat akhirat maka sedikit maksiatnya. " SEIMBANG DALAM URUSAN DUNIA DAN AKHIRAT Islam tidak mencela dunia, karena dunia sebagai penghubung menuju akhirat, namun hendknya dapat menyeimbangkan urusan keduanya. Radulullah saw bersabda, "Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhirat seolah-olah engkau akan mati besok." Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang subuh dan sorenya akhirat merupakan keinginan terbesarnya maka Allah akan menjadikan hatinya kaya, dan Dia akan mengumpulkan semua urusannya, ia tidak akan keluar dari dunia kecuali Allah akan menyempurnakan rezekinya. Dan brangsiapa yang pagi dan sore harinya dunia merupkn keinginan terbesarnya maka Allah akan menjadikan kefakiran di antara kedua matanya, Dia akan menyulitkan urusannya, dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali yang sudah dibagi untuknya."

Comments

Popular posts from this blog

TIDUR DI HAMPARAN SAYAP MALAIKAT.

             Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada.         'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

AKU MENGIKUTIMU AGAR AKU MASUK SURGA

Seorang Arab badawi mendatangi Rasul saaw,ia menyatakan iman kepadanya dan bertekat mengikutinya.Ia berkata,"aku akan hijrah bersamamu".Nabi berpesan pada sahabatnya untuk memperhatikan orang itu.Pada waktu perang khoibar,Rasulullah membagikan ghonimah[rampasan perang].Beliau mengambil bagiannya dan mengembagikan sisanya kepada para sahabatnya.Orang badawi itu menunggu di belakang mereka.Ketika ia datang orang-orang memberikan bagiannya.Ia berkata,"Apa ini?"Mereka berkata,"Ini bagian yang sudah di bagikan Rasulullah untukmu."Ia berkata,"Aku mengikuti engkau bukan karena ini.Aku mengikutimu supaya aku di kenai panah pada bagian ini[seraya menunjuk tenggorokannya],kemudian mati dan masuk sorga".Nabi saaw berkata,"Jika engkau membenarkan Allah swt,Dia akan membenarkanmu."Kemudian ia bangkit memerangi musuh.Tidak lama kemudian ia di bawa ke hadapan rasul saaw.Anak panah menembus tempat yang pernah di tunjuknya.Nabi bersabda,"Diaka...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...