Skip to main content

Kisah : “Demi Allah, Akulah yang Diusir Waktu itu !”

Khazanahalquran.com – Roda kehidupan terus berputar. Kadang kita berada di puncak kejayaan, kadang pula berada di dasar kelemahan. Fenomena ini telah menjadi hukum alam yang pasti terjadi. Tidak ada seorang yang selalu tersenyum, dan tiada pula orang yang selalu menangis. Allah berfirman, وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ -١٤٠- “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami Pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah Membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir).” (Ali Imran 140) Suatu hari, ada sepasang suami istri yang sedang menikmati suasana tenang dirumahnya. Mereka sedang menyantap hidangan lezat dengan menu ayam panggang spesial buatan sang istri. Ditengah kehangatan suasana itu, terdengar suara ketukan di pintu mereka. Sang suami dengan wajah terganggu segera membuka pintu dan menemukan seorang miskin yang meminta makanan sedang menjulurkan tangannya. Seketika ia marah dan memaki si miskin itu. Kemudian ia segera pergi. Setelah kejadian itu kehidupan keluarga ini semakin berantakan. Pekerjaan suami terus menurun, kekayaannya habis dan dia menceraikan istrinya. Singkat cerita, sang istri telah menikah lagi dengan seorang lelaki yang cukup. Dan hari itu mereka sedang makan ayam panggang spesial buatan sang istri. Tiba-tiba ada seorang miskin yang mengetuk pintu untuk meminta makanan. Si suami berkata kepada istrinya, “Berilah ayam ini kepada orang itu.” Kemudian istrinya berjalan menuju pintu untuk memberikan ayam kepadanya. Betapa kagetnya ketika ia melihat ternyata pengemis itu adalah mantan suaminya sendiri. Dia segera memberikan makanan itu dan mendatangi suaminya dalam keadaan menangis. “Ada apa denganmu?” Suaminya bertanya. “Pengemis itu adalah mantan suamiku dulu. Pernah suatu hari dia sombong dan mengusir orang miskin yang meminta makanan. Setelah kejadian itu dia mulai bangkrut dan akhirnya menceraikanku.” Kemudian suami itu menjawab, “Demi Allah, akulah yang diusir suamimu waktu itu.” Imam Ali bin Abi tholib pernah berpesan, الدهر يومان : يوم لك ويوم عليك ، فإن كان لك فلا تبطر ، وإن كان عليك فاصبر، فبكليهما ستختبر “Setiap masa itu memiliki dua hari. Hari yang menyenangkanmu dan hari yang menyusahkanmu. Pada saat hari itu menyenangkanmu, janganlah engkau sombong. Dan di saat hari itu begitu susah untukmu, bersabarlah! Dan dengan keduanya engkau akan diuji!”

Comments

Popular posts from this blog

TIDUR DI HAMPARAN SAYAP MALAIKAT.

             Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada.         'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

AKU MENGIKUTIMU AGAR AKU MASUK SURGA

Seorang Arab badawi mendatangi Rasul saaw,ia menyatakan iman kepadanya dan bertekat mengikutinya.Ia berkata,"aku akan hijrah bersamamu".Nabi berpesan pada sahabatnya untuk memperhatikan orang itu.Pada waktu perang khoibar,Rasulullah membagikan ghonimah[rampasan perang].Beliau mengambil bagiannya dan mengembagikan sisanya kepada para sahabatnya.Orang badawi itu menunggu di belakang mereka.Ketika ia datang orang-orang memberikan bagiannya.Ia berkata,"Apa ini?"Mereka berkata,"Ini bagian yang sudah di bagikan Rasulullah untukmu."Ia berkata,"Aku mengikuti engkau bukan karena ini.Aku mengikutimu supaya aku di kenai panah pada bagian ini[seraya menunjuk tenggorokannya],kemudian mati dan masuk sorga".Nabi saaw berkata,"Jika engkau membenarkan Allah swt,Dia akan membenarkanmu."Kemudian ia bangkit memerangi musuh.Tidak lama kemudian ia di bawa ke hadapan rasul saaw.Anak panah menembus tempat yang pernah di tunjuknya.Nabi bersabda,"Diaka...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...