Skip to main content

Rahasia Dibalik Selamatnya Nabi Ibrahim dari Api Namrud

Khazanahalquran.com – Dunia adalah surga bagi orang-orang yang dzalim. Mereka bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Tak peduli ada hak orang yang terampas, ada hati yang tersakiti atau ada hamba Allah yang terluka. Di setiap zaman pasti ada dua kelompok manusia ini, yang satu dzolim dan yang lainnya madzlum (teraniaya). Untuk keduanya Allah hanya mengingatkan dalam firman-Nya, فَإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنَّ اللّهَ عَلِيمٌ بِالْمُفْسِدِينَ -٦٣- “Kemudian jika mereka berpaling, maka (ketahuilah) bahwa Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Ali Imran 63) Ayat ini adalah cambukan bagi orang yang durjana dan juga kabar gembira bagi mereka yang teraniaya. Kenapa bisa demikian? Karena Allah Maha Mengetahui. Allah tau persis siapa yang durjana dan berbuat kerusakan, Dia juga tau siapa yang teraniaya dan tersakiti. Lalu apa yang akan terjadi bila Dia telah Mengetahuinya? إِنَّ اللّهَ لاَ يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ -٨١- “Sungguh, Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang berbuat kerusakan.” (Yunus 81) Ketika Nabi Ibrahim berada dalam kobaran api Namrud, Malaikat Pengatur Hujan menawarkan bantuan hujan agar api Namrud padam. Malaikat Pembawa Angin menawarkan bantuannya. Bahkan Jibril pun menawarkan bantuannya untuk memadamkan api. Namun Nabi Ibrahim menolak semua bantuan itu, kemudian beliau berkata “Cukup bagiku bahwa Allah mengetahui keadaanku.” Berkat keyakinannya kepada Allah, api itu menjadi sejuk dan damai. Namrud pun terdiam seribu bahasa. قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْداً وَسَلَاماً عَلَى إِبْرَاهِيمَ -٦٩- Kami (Allah) Berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim,” (Al-Anbiya’ 69) Andai beliau menerima bantuan dari para malaikat. Namrud dapat membuat alasan kegagalannya membakar Ibrahim. “Beruntung kau karena turun hujan, beruntung kau karena ada angin yang memadamkan.” فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ -١٢٩- Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang Memiliki Arasy (singgasana) yang agung.” (At-Taubah 129)

Comments

Popular posts from this blog

TIDUR DI HAMPARAN SAYAP MALAIKAT.

             Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada.         'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

AKU MENGIKUTIMU AGAR AKU MASUK SURGA

Seorang Arab badawi mendatangi Rasul saaw,ia menyatakan iman kepadanya dan bertekat mengikutinya.Ia berkata,"aku akan hijrah bersamamu".Nabi berpesan pada sahabatnya untuk memperhatikan orang itu.Pada waktu perang khoibar,Rasulullah membagikan ghonimah[rampasan perang].Beliau mengambil bagiannya dan mengembagikan sisanya kepada para sahabatnya.Orang badawi itu menunggu di belakang mereka.Ketika ia datang orang-orang memberikan bagiannya.Ia berkata,"Apa ini?"Mereka berkata,"Ini bagian yang sudah di bagikan Rasulullah untukmu."Ia berkata,"Aku mengikuti engkau bukan karena ini.Aku mengikutimu supaya aku di kenai panah pada bagian ini[seraya menunjuk tenggorokannya],kemudian mati dan masuk sorga".Nabi saaw berkata,"Jika engkau membenarkan Allah swt,Dia akan membenarkanmu."Kemudian ia bangkit memerangi musuh.Tidak lama kemudian ia di bawa ke hadapan rasul saaw.Anak panah menembus tempat yang pernah di tunjuknya.Nabi bersabda,"Diaka...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...