Skip to main content

Posts

Showing posts from September 12, 2014

SHALAT JAMAAH ANGKATAN PERTAMA

      Di riwayatkan Affif Kindi berkata,''Suatu hari saya pergi berdagang lalu menunaikan ibadah haji.Selesei menunaikan ibadah haji,saya menyempatkan diri untuk berkunjung kepada Abbas bin Abdul Muthalib untuk membeli sejumlah barang dagangan darinya.Ibnu Abbas adalah seorang pedagang.Demi Allah,saya pernah bersamannya di mina.Ketika itu saya melihat seorang laki-laki dari kemah yang tidak jauh dari tempat Abbas.Ia memandang ke langit.           Setelah memandang ke langit,ia mengerjakan shalat.Lalu keluar seorang wanita dari kemah tersebut.Ia berdiri di belakang laki-laki tadi dan ikut mengerjakan shalat.Kemudian keluar seorang anak laki-laki yang sudah akil baligh dari kemah yang sama dan ikut mengerjakan shalat bersama mereka.Maka saya bertanya kepada Ibnu Abbas.''Wahai Abbas siapakah laki-laki ini ?'Abbas menjawab,'Ia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib,keponakan saya.'Saya bertanya lagi,'Lalu siapa wanita ini?,'Abbas jawab,'Ia a...

SAKIT YANG DI HITUNG MALAIKAT TETAP IBADAH

                   Siang itu,Rasul saaw menatap langit dan kemudian tampak tersenyum.Seorang sahabat yang kebetulan melihat pemandanganitu,bertanya kepada beliau,''Ya Rasul Allah,baru saja kami melihatmu menatap langit,kemudian engkau tersenyum.Gerangan apa yang terjadi ?''. Rasul saaw menjawab,''Baru saja aku mellihat dua malaikat turun ke bumi untuk mencatat pahala mukmin yang setiap harinya beribadah dan shalat.Namun tidak seperti biasanya,hari itu ke dua malaikat itu tidak menjumpai orang tersebut di tempat peribadatannya,melainkan si abid itu sedang terbaring sakit di pembaringan.        Akhirnya ke dua malaikat tersebut memutuskan untuk kembali ke langit untuk melapor kepada penguasa langit dan bumi.'seperti hari biasa,kami turun ke bumi untuk mencatat hamba-Mu yang shaleh,namun hari ini kami menjumpainya terbaring sakit di tempat tidurnya.Maka apa yang harus kami lakukan ?'Lapor malaikat meminta petunjuk kapad...

HORMATILAH BUDAYA ANTRI

        Waktu itu Rasul saaw sedang beristirahat.Sayyidina Hasan as cucu beliau meminta beliau agar membawakan segelas susu untuknya.Demi mendengar itu,Rasul saaw yang sangat mencintai cucunya itu beranjak memeras susu dan membawakan segelas untuk putra Fathimah itu.        Bersamaan dengan itu adik kandung Hasan,yaitu Husein,bangkit dari tempatnya dan hendak merebut gelas itu.Namun Rasul saaw segera memberikan gelas itu kepada Hasan as.Sayyidah Fathimah,Ibu dari Hasan dan Husein as,menyaksikan perbuatan Rasul saaw itu berkata kepada ayahandanya,''Wahai utusan Allah !Sepertinya engkau lebih menyintai Hasan dari pada Husein.''Rasulullah saaw menjawab,''Tidaklah demikian,aku mendahulukan Hasan as karena dia memintanya lebih dahulu dan hak yang lebih dahulu harus di utamakan''.(Biharul Anwar)

KISAH SAHABAT YANG INGIN KAYA

        Seseorang mendatangi Rasul saaw untuk meminta bantuan keuangan.Namun sebelum ia sempat menyampaikan maksud hatinya itu,Rasul saaw berkata,''Barangsiapa meminta hajat atau pertolongan dari kami,maka kami tentu membantunya,namun apabila ia tidak meminta dan berbesar hati,maka Tuhan akan menjadikannya kaya.''Demi mendengar nasihat Rasul saaw tersebut,lelaki itu membatalkan niatnya dan kemudian pulang. Keesokan harinya,ia kembali datang ke Rasul saaw dan kali ini pun ia pulang belum sempat menyampaikan hajatnya.Kejadian ini berulang hingga tiga kali.Di hari ke empat ,lelaki itu pergi menyewa kapak dari seorang sahabatnya,kemudian menuju gurun guna mengumpulkan kayu belukar.         Kayu belukar itu di bawanya ke pasar dan di tukar dengan setengah kg gandum.Ia membawa pulang gandum itu ke rumah dan rotinya di makan bersama dengan seisi keluarga.Ia meneruskan pekerjaannya itu sehingga berhasil membeli kapak dengan uangnya sendiri.Di kemudian ha...

KISAH SAYYIDINA HASAN AS DENGEN SEEKOR ANJING

      Kala itu Imam Hasan as sedang makan.Sementara di dekatnya ada anjing memandangnya seakan-akan meminta makanan karena lapar.Melihat itu,Imam Hasan as memberikan sebagian dari yang dimakan itu kepada anjing tadi.Salah seorang sahabat Imam Bertanya,''Wahai Imam,ijinkanlah aku untuk mengusir anjing ini dari sini.''Imam Hasan as berkata,''Aku malu kepada Tuhan,bila aku makan,sementara ada binatang yang melihatku dan aku tidak memberikan sebagian dari makanan itu.''(Biharul Anwar)

DIA PUTRA RASULULLAH SAAW

           Sewaktu perang Jamal sedang berkecamuk,Imam Ali as memanggil Muhammad Hanafiah putranya,saudara lain Ibu dari Hasan as dan Husein as.Kemudian beliau memberikan pedangnya kepada anaknya itu.Muhammad Hanafiah maju ke baris depan untuk menyerang sejumlah prajurit musuh!.Pasukan musuh menghadangnya sehingga ia tak mampu menerobos dan menerjang pasukan itu dan terpaksa mundur ke belakang.          Pada saat itu,Imam Hasan as mengambil pedang itu seraya maju dan mencabak-cabik pasukan musuh.Beberapa saat kemudian Imam Hasan as pun kembali dengan memegang pedang dalam ke adaan berlumuran darah.Tatkala Muhammad Hanafiah menyaksikan keberanian saudara lain ibunya itu,wajahnya menjadi merah karena menahan malu.Imam Ali as berkata,''Muhammad janganlah engkau sedih! Hasan adalah putra Rasul saaw sementara engkau putra Ali.''(Biharul Anwar)

ALI BIN ABI THALIB:"JANGAN MEMBAWA API KE DALAM RUMAHKU"

            Seorang pegawai khalifah Ali bin Abi Thalib as menukilkan,Saat itu aku berada di sisi Imam Ali as bersama pembantu Imam Ali bernama Qanbar.Kami berkata,''Wahai Amirul Mukminin,kami telah menyisihkan sesuatu barang berharga dari hasil rampasan perang buat anda!''.''Barang apa itu?''Tanya Imam.''Sejumlah bejana dari emas dan perak!,kami melihat anda telah membagi semua harta rampasan perang dan tidak menyisakan buat anda sendiri.           Maka kami menyisihkan bejana itu untuk anda'',jawab kami.Tak di sangka Imam Ali menarik pedangnya seraya berkata kepada Qanbar,''Celaka kamu!Adakah engkau membawa api ke dalam rumahku serta membakarnya!,Setelah itu Imam Ali memotong-motong bejana itu,selanjutnya beliau memberikan pecahan bejana itu kepada sejumlah pemuka kabilah untuk di bagi-bagikan dengan adil kepada rakyatnya.(Biharul Anwar)

KEJUJURAN MEMBAWA BERKAH

                     SEBUAH KE JUJURAN. Suatu hari seorang pemuda datang menjumpai Imam Jakfar Ash-shodiq dan berkata:Wahai Imam!Aku ingin bekerja,namun sayangnya aku tak punya modal.''Imam berkata:''jagalah kejujuran,Pasti Tuhan menolongmu.''Setelah itu pemuda itu minta diri.Di tengah jalan pemuda itu menemukan dompet berisi uang 700 dinar.          Pemuda itu harus melaksanakan nasehat Imam.Maka pemuda itu mengumumkan kepada semua maayarakat bahwa barang siapa yang kehilangan barang hendaknya datang menjumpainya.Dengan suara keras pemuda itupun berteriak,''Barang siapa kehilangan barang hendaknya dia menyebutkan ciri-ciri barang itu!''Seseorang menyebutkan persis dengan cir barang yang hilang itu.Maka dompet itupun di berikan kepadanya dan si pemilik memberikan 70 dinar sebagai balasan atas kejujurannya.          Pemuda itu kembali menjumpai Imam dan menceritakan kejadian itu.Imam...

ALI ZAINAL ABIDIN ,,BEKAL UTUK AKHIRAT

     Zuhri mengatakan:Di suatu malam yang gelap dan dingin,aku melihat Ali bin Husein as berjalan memikul karung di atas pundaknya.''Wahai Putra Rasul saaw!Apa yang sedang anda pikul?'',tanyaku.Beliau berkata:''Zuhri! Aku adalah musafir dan ini adalah bekalku yang hendak aku simpan di suatu tempat sebagai persiapan saat perjalanan nanti.Dengan bekal ini aku dapat bepergian dengan tenang.'' ''Klau begitu ,ijinkanlah pelayanku yang memikul bekalmu itu,keman engkau hendak simpan''.pintaku.Imam Berkata,''Biar aku sendiri yang memikulnya,pergilah engkau dan aku tidak memerlukan bantuanmu!''.       Setelah sekian lama dari kejadian itu berlalu,Zuhri kembali menemui Imam seraya berkata,''Wahai putra Rasul saaw,aku tidak melihat engkau melakukan perjalanan?''. Beliau berkata,''Perjalanan yang aku maksudkan adalah perjalanan akhirat dan bekal untuk menjelang kematian''.Kemudia Imam menjelaskan tuju...

MANUSIA TERBAIK TIADA DUANYA

       Sya'abi mengisahkan: Suatu kali pernah aku sedang bermain di bundaran di depan masjid kufah.Secara kebetulan,aku melihat Imam Ali as sedang berdiri di sebelah tumpukan emas dan perak dalam keadaan memegang cambuk serta menghalangi masyarakat mendekati emas dan perak itu,kemudian,beliau membagi-bagikan semuanya kepada rakyat,dan tidak sedikitpun membawanya pulang kerumah.        Sesampaiku di rumah,aku bertanya kepada ayahku,bahwa apakah yang aku lihat hari itu apakah manusia yang palin baik atau paling bodoh ?Ayahku menanyakan siapa sebenarnya yang aku lihat itu ?,Aku beritahukan bahwa yang aku lihat itu adalah Imam Ali bin Abi Thalib as yang sedang membagi bagikan harta. Tiba-tiba ayahku menangis sambil berkata:,''Wahai anakku! Engkau telah melihat manusia yang terbaik dan tiada duanya.''(Kisah-kisah Imam Ali bin Abu Thalib)

ANTI KKN

           Suatu ketika,Thalhah dan Zubeir yang sudah menumpuk banyak harta di masa sebelum Imam Ali Bin abi thalib as,menemui suami Fathimah as menuntut agar di beri hak istimewa. Imam Ali bin Abi Thalib as berkata kepada mereka,"Apa alasannya sehingga kalian memandang diri kalian lebih baik dari pada orang lain?"Mereka berkata:"Di masa Umar dan Usman,tunjangan kami lebih besar daripada orang lain." Imam Ali bin Abi Thalib as:"Bagaimana tunjangan kalian di masa Rasulullah saaw?".Mereka menjawab,"Seperti masayarakat lainya." Imam Ali bin Abi Thalib as berkata:"Kini tunjangan kalian sama dengan masyarakat pada umumnya.        Apakah aku harus mencontoh Rasulullah saaw atau Umar dan Usman ?".Untuk meyakinkan Imam Ali bin Abi Thalib as mereka beralasan:"Kami telah banyak menyumbangkan pengabdian dan jasa terhadap Islam." Imam Ali bin Abi Thalib as berkata:"Pengabdian dan jasaku terhadap Islam menurut kalian sendiri ada...