Pada suatu hari,serombongan orang kafir bertemu kepada Rasulullah saaw.Nabi membagikan para tamu itu kepada para sahabatnya.Semuana sudah di bawa para sahabat ke rumah rumah mereka,kecuali seorang.Ia tertinggal di masjid.Tubuhnya luar biasa besar.Tampaknya tak seorang pun sahabat yang mampu menjamu sang raksasa.Rasulullah mengambil dia sebagai tamunya.Ia di tempatkan di sebuah rumah.Ia memakan habis makanan untuk porsi 18 orang.Ia minum habis semua susu yang di perah dari tujuh ekor kambing.Perutnya ternyata lebih besar dari tong kosong.Pelayan marah karena ia menelan semua makanan dengan rakus.Ia meninggalkan rumah itu dan mengunci pintunya dari luar.
Di tangah malam,sang raksasa terdesak untuk buang hajat.Perutnya sakit.Ia bermaksud keluar,tetapi menemukan pintu terkunci.Dengan berbagai cara,ia berusaha membuka pintu.Setelah berulan-ulang gagal,ia merayap ke tempat tidurya.Pada waktu itu desakan alam tak dapat di tahan lagi.Ia mengeluarkan kotoran dirumah.Berbagai perasaan berkecamuk di hatinya:malu,terhina,bingung,takut.Sepanjang sisa malam itu,ia memasang kupingnya,berharap mendengar pintu terbuka.
Menjelang subuh ia mendengar pintu terbuka.Ia meloncat keluar.Ia ingin melarikan diri dari semua derita dan rasa malunya.Ia tidak tahu bahwa yang membuka pintu itu adalah Nabi Almusthafa.Nabi sengaja menyembunyikan dirinya,agar orang itu tidak malu dengan apa yang di lakukan di rumahnya.
Di pagi hari,seorang sahabat mengantarkan tikar yang pernah di tiduri orang kafir itu."Lihat,Ya Rasulullah,apa yang telah di perbuat tamu itu."Nabi saaw mengambil tikar itu sambil tersenyum dengan senyuman Rahmatan Lil'alamin."Ambilkan air biar kotoran ini aku bersihkan,"ujar Nabi saaw.Para sahabat meloncat,"Demi Allah,jangan!biarlah tubuh dan jiwa kami menjadi tebusanmu,Ya Rasulullah.Wahai yang disapa Tuhan dengan La-'Amruk(QS 15:72).Kami sepatutnya berkhidmad kepadamu.Kalau engkau melakukan pengkhidmatan,apa jadinya kami."
"Aku tahu",Ujar Nabi saaw."Tetapi ini peristiwa luar biasa.Aku punya alasan mengapa aku harus melakukannya.
Beberapa saat kemudian,orang kafir itu sadar bawa ia kehilangan azimatnya.Ia menduga azimat itu tertinggal di rumah Nabi saaw.Meski rasa malunya besar,ketakutan kehilangan barang berhargaya jauh lebih besar lagi.Dengan jantung bergetar ia menelusuri jalan kembali.Dan di situ,ia menyaksikan pemandangan yang meluluh lantakkan hatinya:Tangan Tuhan sedang membersihkan kotoran yang di buangnya.Ia menjerit pilu.Ia memukul kepalanya sambil berkata,"Duhai kepala yang tidak punya pengertian."Ia memukul dadanya dan berkata,"Duhai dada yang tidak memperoleh cahaya."
Ia mengangkat kepalanya ke langit,tetapi mengalamatkan ucapannya kepada Nabi saaw,"Wahai yang karenanya di ciptakan alam semesta!Engkau begitu rendah hati mematuhi perintah Tuhan.Aku tidak punya muka lagi untk melihatmu duhai qiblat dunia!"Tak henti-hentinya dia meraung,menjerit dan gemetar.Tangan agung mmbersihkan kotoran itu menepuk-nepuk tubuhnya,menentramkan hatinya,dan membukakan matanya.
Kisah yang sarat lambang ini di ceritakan Jalaludin Rumi dalam Matsnawinya.
Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada. 'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

Comments
Post a Comment