Siang itu udara begitu panas dan amirul Mukminin Ali bin abi thalib keluar dari rumahnya.Sa'ad putra Qais yang sedang lewat bertanya:Wahai Amirul Mukminin!Udara di luar sangat panas menyengat kulit,mengapa anda keluar dari rumah?" Beliau berkata,"Aku keluar untuk membantu orang yang teraniaya atau melindungi siapa saja yang remuk hatinya."Beberapa saat kemudian seorang wanita dalam keadaan takut datang berdiri di hadapan Imam Ali as seraya berkata,"Wahai Amirul Mukminin!Suamiku sering sekali menganiayaiku.Kali ini dia bersumpah untuk memukulku."Demi mendengar pengaduan wanita itu,beliau berfikir sejenak dan berkata:"Tidak!Demi Tuhan! Orang yang di aniaya harus aku tolong dan di bela haknya." "Di mana rumahmu"tanya imam Ali.
Kemudian wanita itu membawa Imam Ali ke rumahnya.Sesampainya di rumah,Ali as berdiri didepan pintu rumah dan memberi salam dengan dengan suara keras.Seorang pemuda dengan pakain berwarna warni keluar dari pintu rumah.Imam Ali langsung menegurnya,"Takutlah kepada Allah!Engkau telah membuat takut istrimu dan mengusirnya dari rumah!".Pemuda itu dengan biadap menjawab,"Aku peringatkan engkau tidak usah mencampuri urusan keluarga orang lain,urusilah keluargamu sendiri.!"Demi Tuhan aku akan membakarya(istrinya)karena ucapanmu ini",lanjut pemuda ini enosioal.
Emosi Imam Ali menggelegak mendengar jawaban pemuda yang tak mau mendengar nasehat itu.
Beliau mengeluarkan pedangnya dari sarungnya seraya berkata,"Aku melakukan amal ma'ruf nahi munkar(memerintahkan kebajikan dan mencegah kemungkaran)menyampaikan perintah Tuhan kepadamu.mengapa engkau tidak mau tunduk kepada perintah Tuhan?Bertaubatlah atau engkau aku bunuh.
Di saat perdebatan seru antara pemuda itu dan Imam Ali as berlangsung,beberapa orang yang kebetulan melewati tempat itu menyapa Ali as dengan panggilan Amirul Mukminin dan memohon beliau agar mengampuni pemuda tadi.Pemuda yang sampai saat itu belum mengenal identitas Ali,baru sadar bahwa orang yang berada di hadapannya bukanlah orang biasa,melainkan pemimpin muslimin.Dia telah bersikap biadap kepada Amirul Mukminin.Dengan perasaan malu,ia mencium tangan Imam Ali as sambil memohon maaf."Wahai Imam,maafkanlah kesalahanku,aku berjanji mentaati perintahmua dan mulai saat ini aku akan bersikap lemah lembut dan rendah hati terhadap istriku."
Imam Ali memasukkan pedangnya kedalam sarungnya dan memaafkan kesalahan pemuda itu.Selanjutya beliau menasehati istri pemuda itu agar pandai bersikap sehingga suaminya tidak menjadi sebengis itu.

Comments
Post a Comment