Skip to main content

SUAMI YANG BENGIS

       

      Siang itu udara begitu panas dan amirul Mukminin Ali bin abi thalib keluar dari rumahnya.Sa'ad putra Qais yang sedang lewat bertanya:Wahai Amirul Mukminin!Udara di luar sangat panas menyengat kulit,mengapa anda keluar dari rumah?" Beliau berkata,"Aku keluar untuk membantu orang yang teraniaya atau melindungi siapa saja yang remuk hatinya."Beberapa saat kemudian seorang wanita dalam keadaan takut datang berdiri di hadapan Imam Ali as seraya berkata,"Wahai Amirul Mukminin!Suamiku sering sekali menganiayaiku.Kali ini dia bersumpah untuk memukulku."Demi mendengar pengaduan wanita itu,beliau berfikir sejenak dan berkata:"Tidak!Demi Tuhan! Orang yang di aniaya harus aku tolong dan di bela haknya." "Di mana rumahmu"tanya imam Ali.
       Kemudian wanita itu membawa Imam Ali ke rumahnya.Sesampainya di rumah,Ali as berdiri didepan pintu rumah dan memberi salam dengan dengan suara keras.Seorang pemuda dengan pakain berwarna warni keluar dari pintu rumah.Imam Ali langsung menegurnya,"Takutlah kepada Allah!Engkau telah membuat takut istrimu dan mengusirnya dari rumah!".Pemuda itu dengan biadap menjawab,"Aku peringatkan engkau tidak usah mencampuri urusan keluarga orang lain,urusilah keluargamu sendiri.!"Demi Tuhan aku akan membakarya(istrinya)karena ucapanmu ini",lanjut pemuda ini enosioal. Emosi Imam Ali menggelegak mendengar jawaban pemuda yang tak mau mendengar nasehat itu.
        Beliau mengeluarkan pedangnya dari sarungnya seraya berkata,"Aku melakukan amal ma'ruf nahi munkar(memerintahkan kebajikan dan mencegah kemungkaran)menyampaikan perintah Tuhan kepadamu.mengapa engkau tidak mau tunduk kepada perintah Tuhan?Bertaubatlah atau engkau aku bunuh. Di saat perdebatan seru antara pemuda itu dan Imam Ali as berlangsung,beberapa orang yang kebetulan melewati tempat itu menyapa Ali as dengan panggilan Amirul Mukminin dan memohon beliau agar mengampuni pemuda tadi.Pemuda yang sampai saat itu belum mengenal identitas Ali,baru sadar bahwa orang yang berada di hadapannya bukanlah orang biasa,melainkan pemimpin muslimin.Dia telah bersikap biadap kepada Amirul Mukminin.Dengan perasaan malu,ia mencium tangan Imam Ali as sambil memohon maaf."Wahai Imam,maafkanlah kesalahanku,aku berjanji mentaati perintahmua dan mulai saat ini aku akan bersikap lemah lembut dan rendah hati terhadap istriku." Imam Ali memasukkan pedangnya kedalam sarungnya dan memaafkan kesalahan pemuda itu.Selanjutya beliau menasehati istri pemuda itu agar pandai bersikap sehingga suaminya tidak menjadi sebengis itu.

Comments

Popular posts from this blog

TIDUR DI HAMPARAN SAYAP MALAIKAT.

             Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada.         'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

AKU MENGIKUTIMU AGAR AKU MASUK SURGA

Seorang Arab badawi mendatangi Rasul saaw,ia menyatakan iman kepadanya dan bertekat mengikutinya.Ia berkata,"aku akan hijrah bersamamu".Nabi berpesan pada sahabatnya untuk memperhatikan orang itu.Pada waktu perang khoibar,Rasulullah membagikan ghonimah[rampasan perang].Beliau mengambil bagiannya dan mengembagikan sisanya kepada para sahabatnya.Orang badawi itu menunggu di belakang mereka.Ketika ia datang orang-orang memberikan bagiannya.Ia berkata,"Apa ini?"Mereka berkata,"Ini bagian yang sudah di bagikan Rasulullah untukmu."Ia berkata,"Aku mengikuti engkau bukan karena ini.Aku mengikutimu supaya aku di kenai panah pada bagian ini[seraya menunjuk tenggorokannya],kemudian mati dan masuk sorga".Nabi saaw berkata,"Jika engkau membenarkan Allah swt,Dia akan membenarkanmu."Kemudian ia bangkit memerangi musuh.Tidak lama kemudian ia di bawa ke hadapan rasul saaw.Anak panah menembus tempat yang pernah di tunjuknya.Nabi bersabda,"Diaka...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...