Ketika Rasulullah meninggalkan dunia yang fana ini,alam bersedih.Di tengah kepedihan mereka,sembari menangis,Sayyidina Umar berkata:
Demi ayah dan Ibuku,duhai Rasul,dahulu engkau mememiliki sebatang korma sebagai tempat pidatomu.Ketika engkau dirikan sebuah mimbar baru untuk menyampaikan pesan-pesanmu kepada masyarakat yang jumlahnya semakin banyak,batang kurma itupun merintih karena sedih berpisah dengamu.Ia baru tenang dan berhenti merintih,setelah engkau letakkan tanganmu di atasnya.Duhau Rasul sesungguhnya umatmu lebih pantas untuk merintih rindu kepadamu,saat engkau meninggalkan mereka.
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh tinggi kedudukanmu di sisi Allah.Ia jadikan ketaatan kepadamu sebagai ketaatan kepadaNya:"Barang siapa yang mematuhi Rasul,sungguh ia telah mentaati Allah.(An-nisa',4;80)".
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh tinggi kedudukanmu di sisi Allah.Ia telah memaafkanmu,sebelum menyebut kesalahanmu,sebagaimana di sebutkan di dalam wahyuNya:"Semoga Allah memaafkanmu.Mengapa kamu memberi izin kepada mereka(untuk tidak berperang),sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar(dalam keuzurannya)dan sebelum kamu ketahui oarng-orang yang berdusta?"(At-Taubah,9;43)".
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh tinggi kedudukanmu di sisi Allah.Kendati mengutusmu sebagai Nabi terakhir,akan tetapi di dalam wahyuNya,terlebh dahulu ia sebut dirimu sebelum mereka.Allah mewahyukan:"Dan (ingatlah) ketika kami mengambil perjajian dari nabi-nabi dan diri kamu (sendiri),dari Nuh,Ibrahim,Musa,Isa p[utra Maryam,dan kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh,(Al-Ahzab,33:7)".
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh tinggi kedudukanmu di sisi Allah.Hinggga para penghuni neraka sangat ingin menjadi orang-orang yang mentaatimu,padahal mereka sedang terskasa di dalamnya.Mereka berkata:"Oh alangkah baiknya andaikata dahulu kami taat kepada Allah dan taat(pula)kepada Rasul.(Al-Ahzab,33:66)".
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh jika Musa putra Imron di karuniai Allah sebuah batu yang darinya memancar air laksana sungai,maka apakah hal itu lebih menakjubkan dari jari-jarimu yang memancarkan air ?.Semoga shalawat Allah senantiasa terlimpahkan kepadamu.
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,jika Sulaiman putra Dawud di karuniai Allah,angin yang bergerak dengan kecepatan sejauh perjalanan sebulan,baik pagi maupun sore,maka apakah hal yang lebih menakjubkan dari buraq yang menjadi tungganganmu dalam perjalanan menembus tujuh lapis langit dan kemudian subuh hari itu pula engkau sampai di abthah guna menunaikan shalat subuh?,Semoga shalawat Allah senantiasa terlimpahkan kepadamu.
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,jika Isa putra Maryam telah di karunia Allah kemampuan untuk menghidupkan kembali orang yang telah meninggal dunia,maka apakah hal itu lebih menakjubkan dari seekor kambing panggang beracun,yang ketika pahanya hendak engkau makan,ia berkata kepadamu,"Jangan engkau makan aku,karena aku beracun".
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh Nuh telah mendoakan kaumnya dengan doanya yang berbunyi:"Duhai Tuhanku,janghan engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.(Nuh,71:26).Andai engkau mendoakan kami seperti itu,niscaya kami akan binasa.Namun walau punggungmu di injak,wajahmu berlumuran darah dan gigimu tanggal,yang terucap darimu hanyalah kebaikan.Engkau justru berdoa:"Ya Allah Tuhanku,ampunilah kaumku,karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui".
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,walau usiamu sedikit dan umurmu pendek,tetapi pengikutmu melebihi jumlah mereka yang mengikuti Nuh yang panjang usianya.Sungguh telah beriman kepadamu anak manusia dalam jumlah yang banyak,sementara tidak beriman kepada Nuh kecuali sejumlah kecil dari mereka.
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,andaikan engkau hanya mau bergaul dengan orang-orang yang sepadan denganmua,tentulah engkau tidak akan duduk bersama kami.Andaikan engkau tidak menikah kecuali dengan wanita-wanita sepadan denganmu,tentulah engkau tidak akan menikahi wanita-wanita kami.Andaikan engkau tidak melimpahkan suatu tugas kecuali kepada orang-orang yang sepadan denganmu,tentulah engkau tidak akan menunjuk seorangpun dari kami sebagai wakilmu.Namun demi Allah engkau duduk bersama kami,menikahi sebagian wanita kami,mengenakan pakaian dari kulit domba,mengendarai keledei,memboncengkan kami,meletakkan makanmu di atas lantai dan setelah makan engkau jilati jari jemarimu demi merendahka diri kepada Allah.Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa terlimpahkan kepadamu.(lihat Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali,ihya 'Ulumiddin,Darul Fikr,Juz1,1995,hal;287/Keindahan budi pekerti Nabi,Naufal bin Muhammad Alaydrus).
Ketika Rasulullah meninggalkan dunia yang fana ini,alam bersedih.Di tengah kepedihan mereka,sembari menangis,Sayyidina Umar berkata:
Demi ayah dan Ibuku,duhai Rasul,dahulu engkau mememiliki sebatang korma sebagai tempat pidatomu.Ketika engkau dirikan sebuah mimbar baru untuk menyampaikan pesan-pesanmu kepada masyarakat yang jumlahnya semakin banyak,batang kurma itupun merintih karena sedih berpisah dengamu.Ia baru tenang dan berhenti merintih,setelah engkau letakkan tanganmu di atasnya.Duhau Rasul sesungguhnya umatmu lebih pantas untuk merintih rindu kepadamu,saat engkau meninggalkan mereka.
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh tinggi kedudukanmu di sisi Allah.Ia jadikan ketaatan kepadamu sebagai ketaatan kepadaNya:"Barang siapa yang mematuhi Rasul,sungguh ia telah mentaati Allah.(An-nisa',4;80)".
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh tinggi kedudukanmu di sisi Allah.Ia telah memaafkanmu,sebelum menyebut kesalahanmu,sebagaimana di sebutkan di dalam wahyuNya:"Semoga Allah memaafkanmu.Mengapa kamu memberi izin kepada mereka(untuk tidak berperang),sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar(dalam keuzurannya)dan sebelum kamu ketahui oarng-orang yang berdusta?"(At-Taubah,9;43)".
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh tinggi kedudukanmu di sisi Allah.Kendati mengutusmu sebagai Nabi terakhir,akan tetapi di dalam wahyuNya,terlebh dahulu ia sebut dirimu sebelum mereka.Allah mewahyukan:"Dan (ingatlah) ketika kami mengambil perjajian dari nabi-nabi dan diri kamu (sendiri),dari Nuh,Ibrahim,Musa,Isa p[utra Maryam,dan kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh,(Al-Ahzab,33:7)".
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh tinggi kedudukanmu di sisi Allah.Hinggga para penghuni neraka sangat ingin menjadi orang-orang yang mentaatimu,padahal mereka sedang terskasa di dalamnya.Mereka berkata:"Oh alangkah baiknya andaikata dahulu kami taat kepada Allah dan taat(pula)kepada Rasul.(Al-Ahzab,33:66)".
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh jika Musa putra Imron di karuniai Allah sebuah batu yang darinya memancar air laksana sungai,maka apakah hal itu lebih menakjubkan dari jari-jarimu yang memancarkan air ?.Semoga shalawat Allah senantiasa terlimpahkan kepadamu.
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,jika Sulaiman putra Dawud di karuniai Allah,angin yang bergerak dengan kecepatan sejauh perjalanan sebulan,baik pagi maupun sore,maka apakah hal yang lebih menakjubkan dari buraq yang menjadi tungganganmu dalam perjalanan menembus tujuh lapis langit dan kemudian subuh hari itu pula engkau sampai di abthah guna menunaikan shalat subuh?,Semoga shalawat Allah senantiasa terlimpahkan kepadamu.
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,jika Isa putra Maryam telah di karunia Allah kemampuan untuk menghidupkan kembali orang yang telah meninggal dunia,maka apakah hal itu lebih menakjubkan dari seekor kambing panggang beracun,yang ketika pahanya hendak engkau makan,ia berkata kepadamu,"Jangan engkau makan aku,karena aku beracun".
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh Nuh telah mendoakan kaumnya dengan doanya yang berbunyi:"Duhai Tuhanku,janghan engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.(Nuh,71:26).Andai engkau mendoakan kami seperti itu,niscaya kami akan binasa.Namun walau punggungmu di injak,wajahmu berlumuran darah dan gigimu tanggal,yang terucap darimu hanyalah kebaikan.Engkau justru berdoa:"Ya Allah Tuhanku,ampunilah kaumku,karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui".
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,walau usiamu sedikit dan umurmu pendek,tetapi pengikutmu melebihi jumlah mereka yang mengikuti Nuh yang panjang usianya.Sungguh telah beriman kepadamu anak manusia dalam jumlah yang banyak,sementara tidak beriman kepada Nuh kecuali sejumlah kecil dari mereka.
Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,andaikan engkau hanya mau bergaul dengan orang-orang yang sepadan denganmua,tentulah engkau tidak akan duduk bersama kami.Andaikan engkau tidak menikah kecuali dengan wanita-wanita sepadan denganmu,tentulah engkau tidak akan menikahi wanita-wanita kami.Andaikan engkau tidak melimpahkan suatu tugas kecuali kepada orang-orang yang sepadan denganmu,tentulah engkau tidak akan menunjuk seorangpun dari kami sebagai wakilmu.Namun demi Allah engkau duduk bersama kami,menikahi sebagian wanita kami,mengenakan pakaian dari kulit domba,mengendarai keledei,memboncengkan kami,meletakkan makanmu di atas lantai dan setelah makan engkau jilati jari jemarimu demi merendahka diri kepada Allah.Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa terlimpahkan kepadamu.(lihat Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali,ihya 'Ulumiddin,Darul Fikr,Juz1,1995,hal;287/Keindahan budi pekerti Nabi,Naufal bin Muhammad Alaydrus).
Comments
Post a Comment