Seuatu ketika,ada seseorang laki-laki yang datang dari dusun ke Madinah.Nama laki-laki itu adalah Zahir.Ia ke Madinah khusus untuk mengunjungi Rasulullah saaw dan membawa hadiah untuk beliau.Zahir adalah seorang laki-laki yanng tidak rupawan.Orang kampung yang kasar.Dan setelah ia bertemu dan memberikan hadiah kepada Rasulullah,Zahirpun berpamitan pulang.Lalu Rasulullah saaw berkata kepada para sahabat-sahabatnya yang lain."Sesungguhnya Zahir adalah teman kita dari teman pedusunan.Dan kita warga Madinah adalah temannya juga.
Suatu ketika,di lain waktu,Rasulullah saaw bergantian mendatangi Zahir.Ia nampak sedang berjualan barang dagangannya di pasar.Dengan mengendap-endap Rasulullah saaw memeluk Zahir dari belakang.Zahir tidak melihat dan tidak tahu,bahwa yang memeluknya dari belakang adalah Rasulullah saaw."Siapa ini? Lepaskan aku.Lepaskan !'teriak Zahir.Lantas ia menoleh ke belakang dan yang memeluknya adalah Rasulullah saaw tercinta.Segera Zahir tidak jadi melepaskan.Ia malah menempelkan punggungnya di dada Rasulullah.Lalu masih dalam posisi itu,Rasulullh berkata,"Siapa gerangan yang mau membeli sahayanya ini ?.Tidak ada yang menyahut kecuali Zahir sendiri."Wahai RAsulullah,Demi Allah tuan akan menemukan aku dalam keadaan tidak laku."
Lalu Rasulullah membalas perkataan Zuhair dengan ucapan,"Tidak kau di sisi Allah bukanlah tidak laku".Bahkan dalam riwayat lain di sebutkan,Rasulullah berucap bahwa di sisi Allah Zahir bernilai tinggi.
Betapa mesranya Rasulullah saaw dengan para sahabatnya.Bahkan dengan seorang Zahirpun,laki-laki dari dusun,tidak rupaan,dan pedagang di pinggir jalan pasar sekalipun.
Seuatu ketika,ada seseorang laki-laki yang datang dari dusun ke Madinah.Nama laki-laki itu adalah Zahir.Ia ke Madinah khusus untuk mengunjungi Rasulullah saaw dan membawa hadiah untuk beliau.Zahir adalah seorang laki-laki yanng tidak rupawan.Orang kampung yang kasar.Dan setelah ia bertemu dan memberikan hadiah kepada Rasulullah,Zahirpun berpamitan pulang.Lalu Rasulullah saaw berkata kepada para sahabat-sahabatnya yang lain."Sesungguhnya Zahir adalah teman kita dari teman pedusunan.Dan kita warga Madinah adalah temannya juga.
Suatu ketika,di lain waktu,Rasulullah saaw bergantian mendatangi Zahir.Ia nampak sedang berjualan barang dagangannya di pasar.Dengan mengendap-endap Rasulullah saaw memeluk Zahir dari belakang.Zahir tidak melihat dan tidak tahu,bahwa yang memeluknya dari belakang adalah Rasulullah saaw."Siapa ini? Lepaskan aku.Lepaskan !'teriak Zahir.Lantas ia menoleh ke belakang dan yang memeluknya adalah Rasulullah saaw tercinta.Segera Zahir tidak jadi melepaskan.Ia malah menempelkan punggungnya di dada Rasulullah.Lalu masih dalam posisi itu,Rasulullh berkata,"Siapa gerangan yang mau membeli sahayanya ini ?.Tidak ada yang menyahut kecuali Zahir sendiri."Wahai RAsulullah,Demi Allah tuan akan menemukan aku dalam keadaan tidak laku."
Lalu Rasulullah membalas perkataan Zuhair dengan ucapan,"Tidak kau di sisi Allah bukanlah tidak laku".Bahkan dalam riwayat lain di sebutkan,Rasulullah berucap bahwa di sisi Allah Zahir bernilai tinggi.
Betapa mesranya Rasulullah saaw dengan para sahabatnya.Bahkan dengan seorang Zahirpun,laki-laki dari dusun,tidak rupaan,dan pedagang di pinggir jalan pasar sekalipun.
Comments
Post a Comment