Skip to main content

Posts

SHALAT JAMAAH ANGKATAN PERTAMA

      Di riwayatkan Affif Kindi berkata,''Suatu hari saya pergi berdagang lalu menunaikan ibadah haji.Selesei menunaikan ibadah haji,saya menyempatkan diri untuk berkunjung kepada Abbas bin Abdul Muthalib untuk membeli sejumlah barang dagangan darinya.Ibnu Abbas adalah seorang pedagang.Demi Allah,saya pernah bersamannya di mina.Ketika itu saya melihat seorang laki-laki dari kemah yang tidak jauh dari tempat Abbas.Ia memandang ke langit.           Setelah memandang ke langit,ia mengerjakan shalat.Lalu keluar seorang wanita dari kemah tersebut.Ia berdiri di belakang laki-laki tadi dan ikut mengerjakan shalat.Kemudian keluar seorang anak laki-laki yang sudah akil baligh dari kemah yang sama dan ikut mengerjakan shalat bersama mereka.Maka saya bertanya kepada Ibnu Abbas.''Wahai Abbas siapakah laki-laki ini ?'Abbas menjawab,'Ia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib,keponakan saya.'Saya bertanya lagi,'Lalu siapa wanita ini?,'Abbas jawab,'Ia a...

SAKIT YANG DI HITUNG MALAIKAT TETAP IBADAH

                   Siang itu,Rasul saaw menatap langit dan kemudian tampak tersenyum.Seorang sahabat yang kebetulan melihat pemandanganitu,bertanya kepada beliau,''Ya Rasul Allah,baru saja kami melihatmu menatap langit,kemudian engkau tersenyum.Gerangan apa yang terjadi ?''. Rasul saaw menjawab,''Baru saja aku mellihat dua malaikat turun ke bumi untuk mencatat pahala mukmin yang setiap harinya beribadah dan shalat.Namun tidak seperti biasanya,hari itu ke dua malaikat itu tidak menjumpai orang tersebut di tempat peribadatannya,melainkan si abid itu sedang terbaring sakit di pembaringan.        Akhirnya ke dua malaikat tersebut memutuskan untuk kembali ke langit untuk melapor kepada penguasa langit dan bumi.'seperti hari biasa,kami turun ke bumi untuk mencatat hamba-Mu yang shaleh,namun hari ini kami menjumpainya terbaring sakit di tempat tidurnya.Maka apa yang harus kami lakukan ?'Lapor malaikat meminta petunjuk kapad...

HORMATILAH BUDAYA ANTRI

        Waktu itu Rasul saaw sedang beristirahat.Sayyidina Hasan as cucu beliau meminta beliau agar membawakan segelas susu untuknya.Demi mendengar itu,Rasul saaw yang sangat mencintai cucunya itu beranjak memeras susu dan membawakan segelas untuk putra Fathimah itu.        Bersamaan dengan itu adik kandung Hasan,yaitu Husein,bangkit dari tempatnya dan hendak merebut gelas itu.Namun Rasul saaw segera memberikan gelas itu kepada Hasan as.Sayyidah Fathimah,Ibu dari Hasan dan Husein as,menyaksikan perbuatan Rasul saaw itu berkata kepada ayahandanya,''Wahai utusan Allah !Sepertinya engkau lebih menyintai Hasan dari pada Husein.''Rasulullah saaw menjawab,''Tidaklah demikian,aku mendahulukan Hasan as karena dia memintanya lebih dahulu dan hak yang lebih dahulu harus di utamakan''.(Biharul Anwar)

KISAH SAHABAT YANG INGIN KAYA

        Seseorang mendatangi Rasul saaw untuk meminta bantuan keuangan.Namun sebelum ia sempat menyampaikan maksud hatinya itu,Rasul saaw berkata,''Barangsiapa meminta hajat atau pertolongan dari kami,maka kami tentu membantunya,namun apabila ia tidak meminta dan berbesar hati,maka Tuhan akan menjadikannya kaya.''Demi mendengar nasihat Rasul saaw tersebut,lelaki itu membatalkan niatnya dan kemudian pulang. Keesokan harinya,ia kembali datang ke Rasul saaw dan kali ini pun ia pulang belum sempat menyampaikan hajatnya.Kejadian ini berulang hingga tiga kali.Di hari ke empat ,lelaki itu pergi menyewa kapak dari seorang sahabatnya,kemudian menuju gurun guna mengumpulkan kayu belukar.         Kayu belukar itu di bawanya ke pasar dan di tukar dengan setengah kg gandum.Ia membawa pulang gandum itu ke rumah dan rotinya di makan bersama dengan seisi keluarga.Ia meneruskan pekerjaannya itu sehingga berhasil membeli kapak dengan uangnya sendiri.Di kemudian ha...

KISAH SAYYIDINA HASAN AS DENGEN SEEKOR ANJING

      Kala itu Imam Hasan as sedang makan.Sementara di dekatnya ada anjing memandangnya seakan-akan meminta makanan karena lapar.Melihat itu,Imam Hasan as memberikan sebagian dari yang dimakan itu kepada anjing tadi.Salah seorang sahabat Imam Bertanya,''Wahai Imam,ijinkanlah aku untuk mengusir anjing ini dari sini.''Imam Hasan as berkata,''Aku malu kepada Tuhan,bila aku makan,sementara ada binatang yang melihatku dan aku tidak memberikan sebagian dari makanan itu.''(Biharul Anwar)

DIA PUTRA RASULULLAH SAAW

           Sewaktu perang Jamal sedang berkecamuk,Imam Ali as memanggil Muhammad Hanafiah putranya,saudara lain Ibu dari Hasan as dan Husein as.Kemudian beliau memberikan pedangnya kepada anaknya itu.Muhammad Hanafiah maju ke baris depan untuk menyerang sejumlah prajurit musuh!.Pasukan musuh menghadangnya sehingga ia tak mampu menerobos dan menerjang pasukan itu dan terpaksa mundur ke belakang.          Pada saat itu,Imam Hasan as mengambil pedang itu seraya maju dan mencabak-cabik pasukan musuh.Beberapa saat kemudian Imam Hasan as pun kembali dengan memegang pedang dalam ke adaan berlumuran darah.Tatkala Muhammad Hanafiah menyaksikan keberanian saudara lain ibunya itu,wajahnya menjadi merah karena menahan malu.Imam Ali as berkata,''Muhammad janganlah engkau sedih! Hasan adalah putra Rasul saaw sementara engkau putra Ali.''(Biharul Anwar)

ALI BIN ABI THALIB:"JANGAN MEMBAWA API KE DALAM RUMAHKU"

            Seorang pegawai khalifah Ali bin Abi Thalib as menukilkan,Saat itu aku berada di sisi Imam Ali as bersama pembantu Imam Ali bernama Qanbar.Kami berkata,''Wahai Amirul Mukminin,kami telah menyisihkan sesuatu barang berharga dari hasil rampasan perang buat anda!''.''Barang apa itu?''Tanya Imam.''Sejumlah bejana dari emas dan perak!,kami melihat anda telah membagi semua harta rampasan perang dan tidak menyisakan buat anda sendiri.           Maka kami menyisihkan bejana itu untuk anda'',jawab kami.Tak di sangka Imam Ali menarik pedangnya seraya berkata kepada Qanbar,''Celaka kamu!Adakah engkau membawa api ke dalam rumahku serta membakarnya!,Setelah itu Imam Ali memotong-motong bejana itu,selanjutnya beliau memberikan pecahan bejana itu kepada sejumlah pemuka kabilah untuk di bagi-bagikan dengan adil kepada rakyatnya.(Biharul Anwar)