Di madinah pernah tinggal seorang pedagang minyak.Setiap pagi sebelum berangkat ke warungnya,ia singgah dulu ke halaman rumah Nabi saaw.Ia meunggu sampai junjungannya muncul.Dengan penuh cinta ia memandang wajah Nabi saaw yang mulia.Pada suatu hari,ia datang seperti biasa memuaskan hatinya dengan memandang wajah Rasul saaw,setelah itu ia pergi ketempat kerjanya.Tidak lama kemudian ia balik lagi,ia mohon izin untuk memandang beliau sekali lagi.Setelah puas ia berangkat ke pasar.Selama seminggu setelah itu,Rasul saaw tidak pernah melihatnya lagi..Ketika beliau meanyakan prihal dia pada para sahabatnya,beliau mendapatkan jawaban bahwa ia sudah meninggal seminggu sebelumnya.Rupanya itulah pertemuan terakhir antara dia dengan Nabi Muhammad saaw.Untuk orang itu Rasul saaw berdoa,''Karena kecintaanya padaku,Allah mengampuni dasa-dosanya.''
Di madinah pernah tinggal seorang pedagang minyak.Setiap pagi sebelum berangkat ke warungnya,ia singgah dulu ke halaman rumah Nabi saaw.Ia meunggu sampai junjungannya muncul.Dengan penuh cinta ia memandang wajah Nabi saaw yang mulia.Pada suatu hari,ia datang seperti biasa memuaskan hatinya dengan memandang wajah Rasul saaw,setelah itu ia pergi ketempat kerjanya.Tidak lama kemudian ia balik lagi,ia mohon izin untuk memandang beliau sekali lagi.Setelah puas ia berangkat ke pasar.Selama seminggu setelah itu,Rasul saaw tidak pernah melihatnya lagi..Ketika beliau meanyakan prihal dia pada para sahabatnya,beliau mendapatkan jawaban bahwa ia sudah meninggal seminggu sebelumnya.Rupanya itulah pertemuan terakhir antara dia dengan Nabi Muhammad saaw.Untuk orang itu Rasul saaw berdoa,''Karena kecintaanya padaku,Allah mengampuni dasa-dosanya.''

Comments
Post a Comment