Skip to main content

ADAKAH YANG MELEBIHI ALI KW

Di antara manusia yang mencintai Rasulullah adalah kemenkanya,Ali bin Abi Thalib kw.Kecintaanya kepada Rasulullah saaw menjadi tonggak sejarah Islam.Dalam perjalanan perjuangannya,Nabi saaw sampai pada yang paling kritis,''INGATLAH KETIKA ORANG-ORANG KAFIR MEMBUAT TIPU DAYA UNTUK MEMENJARAKANMU,ATAU MEMBUNUHMU ,ATAU MENGUSIRMU.MEREKA MEMBUAT TIPU DAYA.ALLAHPUN MEMBUAT TIPU DAYA.DAN ALLAH ADALAH SEBAIK-BAIK PEMBALAS TIPU DAYA''.(QS:Al-Anfal:30).Musuh-musuh Nabi saaw bersepakat untuk menyerbu rumah Nabi saaw di malam hari.Semua kabilah mengirimkan wakil-wakilnya.Mereka punya misi yang sama:menghabisi Nabi yang mulya. Pada malam itu ,Rasulullah saw menawarkan kepada Ali apakah ia bersedia untuk berbaring di tempat tidur beliau.Ali balik bertanya,''Apakah dengan begitu engkau selamat, ya Rasullah? Nabi berkata, ''Betul! '' Mendegar itu Ali melonjak gembira. Ia merebahkan diri, bersujud syukur kepada Yang Mahakasih. Ia diberi kesempatan untuk mempersembahkan nyawanya buat keselamatan Rasullah saw yang dicintainya.Baginya,peluang untuk berkorban bagi Nabi saaw adalah anugrah yang agung.Ia segera mengambil selimut hijau dari Yaman.Ke dalam selimut Nabi saaw itu,dengan bahagia Ali memasukkan tubuhnya.Ia tidur denga tentram. Menjelang subuh,para pembunuh dari berbagai kabilah datang dengan menghunus pedang-pedang mereka.Mereka yakin bahwa yang tidur adalah Muhammad saaw.''Bagunkan dia lebih dahulu,supaya ia merasaka pedihnya tebasan pedang'',teriak mereka.Ketika mereka melihat Ali bangun,dengan kecewa segera mereka meinggalkan tempat itu untuk mencari Nabi saaw.Malaikat Jibril turun di dekat kepala Ali dan Mikail di dekat kakinya.JIbril berkata,''Luar biasa,siapa yang seperti engkau,hai putra Abu Thalib?''Allah membanggakannya di hadapan para malaikatnya.Lalu turunlah Al-Baqoroh 207:''DI ANTARA MANUSIA ADA OARANG YANG MENJUAL DIRINYA UNTUK MENCARI KERIDOAN ALLLAH.DAN ALLAH MAHA PENYANTUN TERHADAP HAMBA-HAMBANYA''.

Comments

Popular posts from this blog

TIDUR DI HAMPARAN SAYAP MALAIKAT.

             Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada.         'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

AKU MENGIKUTIMU AGAR AKU MASUK SURGA

Seorang Arab badawi mendatangi Rasul saaw,ia menyatakan iman kepadanya dan bertekat mengikutinya.Ia berkata,"aku akan hijrah bersamamu".Nabi berpesan pada sahabatnya untuk memperhatikan orang itu.Pada waktu perang khoibar,Rasulullah membagikan ghonimah[rampasan perang].Beliau mengambil bagiannya dan mengembagikan sisanya kepada para sahabatnya.Orang badawi itu menunggu di belakang mereka.Ketika ia datang orang-orang memberikan bagiannya.Ia berkata,"Apa ini?"Mereka berkata,"Ini bagian yang sudah di bagikan Rasulullah untukmu."Ia berkata,"Aku mengikuti engkau bukan karena ini.Aku mengikutimu supaya aku di kenai panah pada bagian ini[seraya menunjuk tenggorokannya],kemudian mati dan masuk sorga".Nabi saaw berkata,"Jika engkau membenarkan Allah swt,Dia akan membenarkanmu."Kemudian ia bangkit memerangi musuh.Tidak lama kemudian ia di bawa ke hadapan rasul saaw.Anak panah menembus tempat yang pernah di tunjuknya.Nabi bersabda,"Diaka...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...