Skip to main content

SILAHKAN PILIH

Marwan bin Hakam adalah gubernur Madinah,yang di angkat oleh penguasa bani Umayyah.Pada suatu hari ia menemukan seseorang yang membenamkan mukanya di kuburan Nabi saaw.Ia segera membentaknya,''Apa kamu sadari apa yang kamu kerjakan?''.Ternyata orang yang di bentak itu adalah salah seorang sahabat Nabi saaw Abu Ayyub Al-Anshari.Ia menjawab,''Betul.Aku mengunjungi Rasulullah saaw.Aku tidak mendatangi batu.Aku mendengar Rasulullh bersabda:Janganlah Kamu tangisi agama,jika di pegang oleh ahlinya.Tangisilah agama ketika di pegang oleh orang yang bukan ahlinya,''(Musnad Ahmad,Mustadrak al hakim,Al-subki,Syifa Al-Saqam,Al-Samhudi,Wafa al-Wafa). Abu Ayyub Al-Anshari menyampaikan itu untuk mengajari Marwan,yang membentak orang yang membenamkan wajahnya pada pusara Nabi saaw.Ia harus mengetahui bahwa pengetahuannya sangat sedikit.Pada masa sekarang ada orang yang meniru atau mengikuti Marwan bin Hakam dan ada yang mengikuti Abu Ayyub Al Anshari,Tapi siapakah Marwan dan siapakah Abu Ayyub ?.Marwan beserta ayahnya seringkali mengganggu Rasul saaw.Marwan dan ayahnya bahkan di kenal tidak tahu adab majlis.Mereka berdua sering sekali mengejek Nabi saaw.Keduanya di usir Nabi saaw dari madinah.Siapakah Abu Ayyub Al Anshari?Beliau adalah yang rumahnya pernah di singgahi Rasul saaw ketika beliau sampai di madinah pada waktu hijrah.Ketika Rasulullah tinggal di rumahnya ,Beliau tidur di ruangan bawah.Rumah Abu Ayyub terdiri dari 2 lantai.Ketika memasuki waktu malam,Abu Ayyub sadar bahwa ia tidur di atas kamar Nabi saaw.arena rumahnya terbuat dari tanah,ia khawatir gerakan tubuhnya dapat menyebabkan debu-debu berguguran menimpa wajah Nabi saaw yang mulia.Sepanjang malam ia membekukan tubuhnya seperti sebongkah kayu.Pagi-pagi ia menemui Rasul saaw,''Ya Rasul Allah,semalaman aku tidak dapat memejamkan mata sekejapun,begitu juga Ummu Ayyub.''Nabi bertanya,''Apa yang terjadi padamu?''Abu Ayyub berkata,''Ya Rasul Allah,aku sadar jika aku bergerak,debu2 akan berjatuhan dan mengganggu engkau,padahal aku berada di antara engkau dan wahyu.''Dalam bayangan Abu Ayyub,wahyu itu berasal dari langit.Di antar Nabi dan wahyu ada Abu Ayyub dan istrinya.Nabi saaw terharu menyaksikan ketulusan cinta Abu Ayyub,sehingga beliau ajarkan kepada keduanya wirid yang dapat menghapuskan kejelekan mereka dan mengangkat mereka kearah kemulyaan.Wal hasil,Abu Ayyub adalah pecinta Nabi saaw,sedangkan Marwan,kita tahu siapa Marwan.Jika Abu ayyub menelunkupkan kepalanya ke pusara Rasul yang agung dan membasahinya dengan airmatanya,ia melakukan karena cinta,buat orang yang tidak mencintai Nabi saaw perbuatan Abu Ayyub itu sangat mengherankan,bahkan munkin menggelikan.Sekarang silahkan pilih melanjutkan apa yang di lakukan Marwan bin Hakam atau Abu Ayyub Al Anshari ?

Comments

Popular posts from this blog

TIDUR DI HAMPARAN SAYAP MALAIKAT.

             Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada.         'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

AKU MENGIKUTIMU AGAR AKU MASUK SURGA

Seorang Arab badawi mendatangi Rasul saaw,ia menyatakan iman kepadanya dan bertekat mengikutinya.Ia berkata,"aku akan hijrah bersamamu".Nabi berpesan pada sahabatnya untuk memperhatikan orang itu.Pada waktu perang khoibar,Rasulullah membagikan ghonimah[rampasan perang].Beliau mengambil bagiannya dan mengembagikan sisanya kepada para sahabatnya.Orang badawi itu menunggu di belakang mereka.Ketika ia datang orang-orang memberikan bagiannya.Ia berkata,"Apa ini?"Mereka berkata,"Ini bagian yang sudah di bagikan Rasulullah untukmu."Ia berkata,"Aku mengikuti engkau bukan karena ini.Aku mengikutimu supaya aku di kenai panah pada bagian ini[seraya menunjuk tenggorokannya],kemudian mati dan masuk sorga".Nabi saaw berkata,"Jika engkau membenarkan Allah swt,Dia akan membenarkanmu."Kemudian ia bangkit memerangi musuh.Tidak lama kemudian ia di bawa ke hadapan rasul saaw.Anak panah menembus tempat yang pernah di tunjuknya.Nabi bersabda,"Diaka...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...