Skip to main content

Posts

MENANAM KURMA DI SURGA

Pada zaman Nabi saaw,pohon kurma sama seperti tanah pada zaman agrikultura,modal pada masyarakat kapitalis dan informasi pada masa kini.Makin banyak orang memmiliki pohon kurma,makin kaya dia,makin tinggi statusnya di tengah-tengah masyarakat. Di Madinah ada sebatang pohon kurma yang bersejarah.Sehubungan dengan kurma itu,beberapa ayat Al Qur'an turun dari langit.Ia tumbuh pada halaman orang kaya,tetapi batangnya condong ke rumah orang miskin yang banyak anaknya.Sekali-sekali yang empunya memetik buah kurma itu.Sebagian berjatuhan ke halaman si fakir.Anak-anak yang lapar memungutnya dan memakannya. Ketika menyaksikan hal itu,yang empunya bergegas turun.Ia pungut butir-butir kurma yang jatuh.Ia rebut butir-butir yang masih di pegang anak-anak itu.Kalau anak-anak itu mulai memakannya,ia masukkan jari-jarinya ke mulut mereka.Ia berusaha menyelamatkan tiap butir kurma yang ada. Orang miskin itu mengadukan peristiwa itu pada Rasulullah saaw.Nabi segera menemui pemilik p...

SALAM DARI ALLAH UNTUK KELUARGAMU

Ibnu Abbas meriwayatkan hadist ini,"Ketika Hasan dan Husein sakit,Rasulullah saaw mengunjungi mereka bersama sahabat.'Mereka berkata,"Wahai Abul Hasan,alangkah baiknya kalau anda bernadazar untuk(kesembuhan)anak anda."Maka berndzarlah Ali,Fathimah,dan Fidhah pembantu mereka.Apabila Allah menyembuhkan Hasan dan Husein,mereka akan berpuasa tiga hari berturut-turut. Ali meminjam tiga sha' tepung gandum dari syam'un khaibari,orang Yahudi.Kemudian Fathimah memasak satu sha' dan membuat lima potong roti untuk lima orang anggota keluarga.Ketika roti itu terhidang di depan mereka menjelang berbuka puasa,seorang pengemis berhenti(di depan ptntu rumah),"Assalamu'laikum Ahli bait Muhammad.Saya ini muslim yang miskin.Berilah saya makanan,mudah-mudahan Allah memberikan makanan pada kalian dari hidangan surga." Mereka utamakan pengemis itu.Malam itu,mereka tidur tidak makan apa-apa selain air.Mereka melanjutkan puasa(untuk hari yang ke dua).S...

BERKAH NABI MUHAMMAD SAAW

Ketika terjadi perdamain Hudaibyyah,kaum Quresy mengirimkan Urwah bin Mas'ud al-Tsaqafi sebagai perunding dari fihak mereka.Ketika ia kembali lagi kepada kaumnya,ia berkata,"Jika ia berwudhu ,mereka memperebutkan air wudunya,jika ia meludah,mereka memperebutkan ludahnya,dan jika satu lembar ramburnya jatuh,mereka berlomba-lomaba mengambilnya.Demi Allah jika,jika ludah nabi jatuh pada telapak tangan seseorang,ia akan mengusapkannya kemukanya dan kulitnya.Jika ia memeintahkan sesuatu,orang berlomba untuk menjalankannya.Jika ia berwudu,hapir-hampir mereka berkelahi memperebutkan air wudunya."Menurut Abi Jahifsh,"Aku melihst Bilal mengambil bekas wudu nabi saaw dan orang-orang memperebutkan bekas wudunya itu.Jika kena sedikit saja,mereka mengusapkannya ke anggota wudunya.Jika tidak,mereka mengambilnya dari basahan tangan sahabatnya.(musana Ahmad,Mistad'rak Al Hakim,asubki,Syifa al Saqam,al Samhudi,Wafa-Alwafa) Menyaksikan itu semua,Nabi saaw tidak melarangnya ...

SILAHKAN PILIH

Marwan bin Hakam adalah gubernur Madinah,yang di angkat oleh penguasa bani Umayyah.Pada suatu hari ia menemukan seseorang yang membenamkan mukanya di kuburan Nabi saaw.Ia segera membentaknya,''Apa kamu sadari apa yang kamu kerjakan?''.Ternyata orang yang di bentak itu adalah salah seorang sahabat Nabi saaw Abu Ayyub Al-Anshari.Ia menjawab,''Betul.Aku mengunjungi Rasulullah saaw.Aku tidak mendatangi batu.Aku mendengar Rasulullh bersabda:Janganlah Kamu tangisi agama,jika di pegang oleh ahlinya.Tangisilah agama ketika di pegang oleh orang yang bukan ahlinya,''(Musnad Ahmad,Mustadrak al hakim,Al-subki,Syifa Al-Saqam,Al-Samhudi,Wafa al-Wafa). Abu Ayyub Al-Anshari menyampaikan itu untuk mengajari Marwan,yang membentak orang yang membenamkan wajahnya pada pusara Nabi saaw.Ia harus mengetahui bahwa pengetahuannya sangat sedikit.Pada masa sekarang ada orang yang meniru atau mengikuti Marwan bin Hakam dan ada yang mengikuti Abu Ayyub Al Anshari,Tapi siapakah...

BERSAMA RASULULLAH SAAW

Hal apalagi yang membahagiakan hati selain bisa bergabung bersama Rasul Allah saaw.Tsauban seorang pelayan Nabi saaw,menangis karena ia bakal berpisah dengan Nabi saaw pada hari akhirat.Ia merasa amal2nya yang sedikit tentu akan menempatkannya jauh di bawah kedudukan Nabi saaw yang mulia.Tuhan kemudian menurunkan surat Al-Nisa 69,jika ia mentaati Allah da RasulNya,ia juga akan di gabungkan bersama para Nabi,walaupun amalnya kurang.Abi Dzar bertanya dengan sangat halus,''Ya Rasul Allah,ada orang yang mencintai suatu kaum,tetapi ia tidak mampu beramal seperti amal kaum yang di cintainya itu.Bagaimankah nasib dia ?''sebetulnya orang yang di maksud itu adalah dirinya.Ia sangat mencintai Rasulullah aaaw dan keluarganya,tetapi ia tidak sanggup untuk beramal sperti amal2 mereka.Nabi berkata,''Innaka ma'aman ahbabta?''engkau bersama orang yang engkau cintai.(HR Abu Daud,Hayat Shahabah,Al-2arghib wa al-tarhib)

BIARKAN DIA BICARA

Hari itu para pembesar Qureisy mengadakan sidang Umum.Mereka memperbincangkan gerakan baru yang di asaskan Muhammad.Ada dua pilihan.Membasmi gerakan itu sampai habis atau mengajaknya bicara sampai tuntas.﹑ilihan ke dua di ambil.Untuk itu ,serombongan Qureys menemui Nabi saaw.Beliau sedang berada di masjid.Uthbah bin Rabi'ah anggota Dar al-Nadwah(parlemen) yang palin pandai berbicara berkata: ''Wahai kemenakanku!Aku mengundangmu sebagai orng yang terpandang dan termulya di antara kami.Tiba2 enkau datang kepada kami membawa paham baru yang tidak pernah di bawa oleh siapapun sebelum engkau.Kau resahkan Masyarakat,kau timbulkan perpecahan,kau cela agama kami.Kami khawatir suatu terjadilah peperangan di antara kita sehingga kita semua binasa.Apa sebetulnya yang engkau kehendaki.Jika engkau inginkan harta,akan kami kumpulkan kekayaan dan engkau menjadi orang yang terkaya di antara kami.Jika engkau inginkan kemulyaan,akan kami mulyakan engkau sehingga engkau menjadi orang yang...

ENGKAU AKAN DI KUMPULKAN DENGAN ORANG YANG KAU CINTAI

Pada zaman Rasulullah saaw,pada suatu hari,seorang arab dari dusun datang ke masjid Nabi saaw,beberapa saat sebelum shalat di dirikan.Ia menyeruak memotong barisan,mendekati Nabi saaw.Beliau sedang bersiap-siap untuk shalat.Dengan berani dia bertanya,''Ya Rasulullah,bila kiamat terjadi?''Anas bin Malik, yang menceritakan peristiwa ini pada kita,berkata,''Kami sangat takjub ada orang dari dusun berani bertanya kepada Nabi saaw,''Rasul Allah melakukan shalat tanpa menjawab pertanyaan itu.Usai shalat beliau menghadap jamaahnya:Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat itu ?''Orang arab dusun itu berkata,''Saya,ya Rasul Allah.''Apa yang sudah kamu persiapkan buat hari kiamat?''Mendengar pertanyaan Nabi saaw itu seluruh keberaniannya hilang.Ia menundukkan kepalanya.Ia bergumam:Demi Allah aku tidak mempersiapkan amal yang banyak,tidak shalat yang banyak,dan tidak puasa yang banyak.Tetapi saya mencintai Allah dan RasulNya.Na...