Skip to main content

JANGAN KAU USIR MEREKA

       

      Hari itu Rasulullah saaw berkumpul bersama sahabat-sahabatnya,kebanyakan orang-orang kecil dan miskin.Yang duduk bersama Nabi saaw hampir semua bekas budak:Salman,Ammar bin Yasir,Bilal,Suhayb,Khabab Al-arat.Pakaian mereka lusuh,berupa jubah bulu yang kasar.Tetapai mereka adalah sahabat senior Nabi saaw,para perintis perjuangan Islam.Serombongan muslim baru(mereka yang hatinya masih di janakkan),datang ke majlis.Kebanyakan para pembesar Qureys:Al-Aqroa' bin Habis,Uyainah bin Hishn,Harist bin Amir,Umayyah bin Khalaf dan lain-lain.Ketika melihat orang-orang di sekitar Nabi saaw,mereka mencibir dan menunjukkan kebenciannya.Mereka berkata,''Kami mengusulkan kepada Anda agar Anda menyediakan majlis khusus buat kami.Orang-orang Arab akan mengenal kemulyaan kita.Para utusan dari kabilah Arab akan datang menemuimu.Kami malu kalau mereka melihat kami duduk dengan budak-budak ini.Apabila kami datang menemui Anda,jauhkanlah mereka dari kami.
        Apabila urusan kami sudah selesei,bolehlah anda duduk bersama mereka sesuka anda.''Uyainah bin Hishn menegaskan lagi,''Bau Salman Al-Farisi menggangguku(Ia menyindir bau jubah bulu yang di pakai sahabat2 Nabi yang miskin).Buatlah majlis khusus buat kami sehingga kami tidak berkumpul bersama mereka.Buat juga majlis buat mereka sehingga mereka tidak berkumpul bersama kami.''Tiba-tiba Malaikat jibril turun menyampaikan Al-An'am 52:''Jangan kau usir mereka yang menyeru Tuhannya pagi dan petang,mengharapkan keridoan Allah.Engkau tidak memikul tanggung jawab mereka sedikitpun. 
        Begitu pula mereka tidak memikul tanggung jawabmu sedikitpun.Apabiala kau usir mereka,kamu termasuk orang-orang yang zalim''.Nabi saaw segera menyuruh kaum fukara duduk lebih dekat lagi sehingga lutut-lutut mereka merapat dengan lutut Rasulullah.''Salam Alaikum'',kata Nabi dengan keras,seakan-akan memberikan jawaban kepada usul para pembesar Quraisy.

Comments

Popular posts from this blog

TIDUR DI HAMPARAN SAYAP MALAIKAT.

             Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada.         'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

AKU MENGIKUTIMU AGAR AKU MASUK SURGA

Seorang Arab badawi mendatangi Rasul saaw,ia menyatakan iman kepadanya dan bertekat mengikutinya.Ia berkata,"aku akan hijrah bersamamu".Nabi berpesan pada sahabatnya untuk memperhatikan orang itu.Pada waktu perang khoibar,Rasulullah membagikan ghonimah[rampasan perang].Beliau mengambil bagiannya dan mengembagikan sisanya kepada para sahabatnya.Orang badawi itu menunggu di belakang mereka.Ketika ia datang orang-orang memberikan bagiannya.Ia berkata,"Apa ini?"Mereka berkata,"Ini bagian yang sudah di bagikan Rasulullah untukmu."Ia berkata,"Aku mengikuti engkau bukan karena ini.Aku mengikutimu supaya aku di kenai panah pada bagian ini[seraya menunjuk tenggorokannya],kemudian mati dan masuk sorga".Nabi saaw berkata,"Jika engkau membenarkan Allah swt,Dia akan membenarkanmu."Kemudian ia bangkit memerangi musuh.Tidak lama kemudian ia di bawa ke hadapan rasul saaw.Anak panah menembus tempat yang pernah di tunjuknya.Nabi bersabda,"Diaka...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...