Skip to main content

SEAKAN-AKAN DI TURUNKAN UNTUKMU

       

        Rombongan Bani Tamim menghadap Rasulullah saaw.Mereka ingin memohon kepada Nabi saaw untuk menunjuk pemimpin buat mereka.Sebelum Nabi memutuskan siapa,Abu bakar berkata,''Angkat Al Qa'qa bin Ma,bad sebagai Amir.''Tidak,angkatlah Aqra'bin Habis.''Kata Abu Bakar,''Kamu hanya ingin membantah aku saja,''Aku tidak bermaksud membantahmu,''kata Umar.Keduanya berbantahan sehingga suara mereka semakin keras. Waktu itu turunlah ayat: ''Hai orang-orang yang beriman,janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya.Takutlah kamu kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Mengetahui.
          Hai orang-orang yang beriman,janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi.Janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti kamu mengeraskan suara kamu ketikat berucap sesama kamu.Nanti hapus amal-amal kamu dan kamu tidak menyadarinya(Al-Hujarat:1-2).'' Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata,''Ya Rasulullah ,demi Allah,sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahasia.''Umar juga berbicara kepada Nabi saaw dengan suara yang lembut.Mereka merasakan betul bahwa ayat Alqur'an itu berkenaan dengan mereka.Tsabit bin Qays mendengar ayat itu.Ia pulang kerumahnya dengan sedih.Ia menutup pintu rumah dan tidak henti-hentinya menangis.Beberapa hari Rasul saaw kehilangan dia.Beliau bertanya,''Apa yang terjadi pada Tsabit ?''.Orang-orang itu berkata,''Ya Rasul Allah,kami tidak tau apa yang terjadi padanya ia mengunci rumahnya dan terus menerus menangis.''Nabi saaw memanggil Tsabit dan meminta penjelasan,''Ya Rasul Allah,''kata Tsabit,''telah turun padamu ayat ini:janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi...Aku mempunyai suara yang sangat keras.Aku khawatir ini akan menghapus amal-amalku.''Nabi saaw berkata,''Anda tidak termasuk dalam ayat ini.Anda akan hidup dalam kebaikan dan mati dalam kebaikan juga,''Sub'hanallah

Comments

Popular posts from this blog

TIDUR DI HAMPARAN SAYAP MALAIKAT.

             Di riwayatkan dari Ibnu Abbas,''Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah saaw.Tiba2 Fathimah datang sambil menangis.Rasul saaw bertanya,''Ayahmu menjadi tebusanmu,mengapa engkau menangis?''.Fathimah menjawab'Hasan dan Hesein pergi keluar dan aku tidak tau dimana mereka berada.         'Rasulullah berkata,'Jangan menangis,karena pencipta mereka lebih menyayangi mereka daripada aku dan engkau sendiri.'Kemudian beliau mengangkat tangannya dan berdoa,'Ya Allah jagalah mereka dan selamatkanlah mereka,'Maka Jibril as turun dan berkata,'Wahai Muhammad, jangan bersedih,karena mereka berdua ada di kandang ternak milik bani Najjar,sedang tidur.Allah telah mempercayakan mereka kepada satu malaikat yang menjaga mereka.'Lalu Nabi saaw dengan beberapa sahabatnya mendatangi kandang ternak itu.Tampaklah di sana Hasan dan Husein sedang tidur berangkulan,sementara malaikat yang di tugasi untuk menjaga mereka telah menghamparkan sa...

AKU MENGIKUTIMU AGAR AKU MASUK SURGA

Seorang Arab badawi mendatangi Rasul saaw,ia menyatakan iman kepadanya dan bertekat mengikutinya.Ia berkata,"aku akan hijrah bersamamu".Nabi berpesan pada sahabatnya untuk memperhatikan orang itu.Pada waktu perang khoibar,Rasulullah membagikan ghonimah[rampasan perang].Beliau mengambil bagiannya dan mengembagikan sisanya kepada para sahabatnya.Orang badawi itu menunggu di belakang mereka.Ketika ia datang orang-orang memberikan bagiannya.Ia berkata,"Apa ini?"Mereka berkata,"Ini bagian yang sudah di bagikan Rasulullah untukmu."Ia berkata,"Aku mengikuti engkau bukan karena ini.Aku mengikutimu supaya aku di kenai panah pada bagian ini[seraya menunjuk tenggorokannya],kemudian mati dan masuk sorga".Nabi saaw berkata,"Jika engkau membenarkan Allah swt,Dia akan membenarkanmu."Kemudian ia bangkit memerangi musuh.Tidak lama kemudian ia di bawa ke hadapan rasul saaw.Anak panah menembus tempat yang pernah di tunjuknya.Nabi bersabda,"Diaka...

Kenapa Allah Tidak Rela Jika Ada Ibu yang Bersedih?

Khazanahalquran.com – Kenapa Allah tidak rela jika ada ibu yang bersedih? Allah berfirman, فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -٤٠- “Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (Thaha 40) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ -١٣- “Maka Kami Kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati” (Al-Qashas 13) أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ -٥١- “Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih.” (Al-Ahzab 51) فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي -٢٤- Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati.” (Maryam 24) وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي -٧- “Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.” (Al-Qashas 7) Semua ayat diatas sedang berbicara kepada wanita khususnya kaum ibu. Berulang kali Allah swt mengulang kata-kata “agar ia (ib...