Ketika Rasulullah meninggalkan dunia yang fana ini,alam bersedih.Di tengah kepedihan mereka,sembari menangis,Sayyidina Umar berkata: Demi ayah dan Ibuku,duhai Rasul,dahulu engkau mememiliki sebatang korma sebagai tempat pidatomu.Ketika engkau dirikan sebuah mimbar baru untuk menyampaikan pesan-pesanmu kepada masyarakat yang jumlahnya semakin banyak,batang kurma itupun merintih karena sedih berpisah dengamu.Ia baru tenang dan berhenti merintih,setelah engkau letakkan tanganmu di atasnya.Duhau Rasul sesungguhnya umatmu lebih pantas untuk merintih rindu kepadamu,saat engkau meninggalkan mereka. Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh tinggi kedudukanmu di sisi Allah.Ia jadikan ketaatan kepadamu sebagai ketaatan kepadaNya:"Barang siapa yang mematuhi Rasul,sungguh ia telah mentaati Allah.(An-nisa',4;80)". Demi ayah dan ibuku,duhai Rasul,sungguh tinggi kedudukanmu di sisi Allah.Ia telah memaafkanmu,sebelum menyebut kesalahanmu,sebagaimana di sebutkan...